PUPR Trenggalek Tak Bisa Pastikan Ganti Rugi Warga Terdampak Jembatan Nglembu Bisa Realisasi

oleh
oleh

TRENGGALEK, bizotv.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek tidak bisa memastikan apakah tuntutan warga terkait ganti rugi dampak pembangunan Jembatan Nglembu bsia terealisasi atau tidak. Pasalnya, tidak ada alokasi anggaran khusus untuk kompensasi tersebut, yang nilainya mencapai Rp 20 juta per kepala keluarga.

Sekretaris Dinas PUPR Trenggalek, Joko Widodo, mengungkapkan bahwa terkait tuntutan warga Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan yang meminta ganti rugi atau kompensasi dampak pembangunan jembatan nglembu, pihaknya saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Saat ini kami baru melakukan koordinasi seputar dampak pembangunan Jembatan Nglembu. Intinya, kami masih akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi yang terbaik,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, tuntutan warga untuk mendapatkan ganti rugi kompensasi menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, sejak awal hingga saat ini, angaran untuk ganti rugi dampak pembangunan itu tidak ada.

“Baik dari pemerintah pusat ataupun daerah memnag belum ada anggaran untuk itu,” imbuhnya.

Joko Widodo juga menambahkan, pihaknya masih akan terus mengkaji kemungkinan adanya aturan atau regulasi yang bisa menjembatani tuntutan warga tersebut. Harapannya, bantuan itu kedepannya bisa direalisasikan

“Kami belum tahu apakah anggaran untuk kompensasi ini bisa dimasukkan dalam APBD atau tidak, karena semuanya masih dalam tahap kajian lebih lanjut,” tambahnya.

Menanggapi keluhan warga terkait molornya proses pembangunan Jembatan Nglembu, Jokowi juga tidak tahu pasti batas waktu atau target selesainya pelaksanaan pembangunan tersebut. Sehingga ia juga tidak tahu secara pasti apakah itu molor atau tidak.

“Karena itu proyek dari pemerintah pusat langsung, sedangkan kami yanga da di kabupaten hanya sebatas mengusulkan dan memfasilitasi kelancaran pembangunan” jelasnya.

Meskipun Dinas PUPR Trenggalek mengaku telah berupaya melakukan sosialisasi terkait dampak pembangunan ini sejak awal, realitas di lapangan menunjukkan bahwa, warga masih mengeluhkan dampak pembangunan.

“Sebelum pembangunan jembatan Nglembu dimulai, kami sudah melakukan sosialisasi bersama pihak terkait,” pungkasnya.

Sesuai keluhan warga Dusun Nglembu, Desa Bendorejo, saat ini hidup mereka dalam kondisi yang jauh dari nyaman. Akses yang sempit, usaha yang sepi, serta polusi debu dan kebisingan dari proyek pembangunan menjadi beban sehari-hari mereka. Pembangunan jembatan Nglembu itu berdampak besar pada kehidupan sehari-hari mereka. Selain akses jalan yang semakin sempit, warga juga harus menghadapi polusi serta anjloknya harga tanah dan rumah di sekitar lokasi proyek.(CIA)

Views: 2