KLATEN, bioztv.id – Dukung program ketahanan pangan, mahasiswa dari Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Jakarta, dorong warga Klaten, manfaatkan pekarangan sempit untuk bertani. Melalui proyek independen, Sidik Purnawan, dampingi warga wujudkan budidaya cabai sistem polibag. Sehingga warga tetap bisa bertani meski tidak memiliki lahan yang luas.
Sidik Purnawan, salah satu mahasiswa ITB-AD Jakarta, sukses jalankan misi proyek independennya yang bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rumah dengan Budidaya Cabai Sistem Polibag” di Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Proyek ini melibatkan langsung warga setempat sebagai mitra sasaran.
“Proyek ini berfokus pada peningkatan ketahanan pangan masyarakat melalui budidaya cabai di lahan rumah yang memanfaatkan polibag,” ujarnya.
Secara geografis, Desa Kajen terbagi menjadi delapan wilayah RW, termasuk RW 05 yang menjadi fokus kegiatan ini. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh tani dan buruh pabrik dengan penghasilan rata-rata Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000 per bulan. Tingginya biaya kebutuhan pokok menuntut masyarakat untuk lebih pandai mengelola keuangan.
“Salah satu solusi yang kami tawarkan adalah melalui pemanfaatan lahan rumah untuk budidaya cabai. Harapannya, dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” imbuh Sidik.
Dari hasil penelitiannya, Sidik Purnawan temukan beberapa problem yang dihadapi masyarakat. Diantaranya, kurangnya aksesibilitas dan pemahaman masyarakat tentang budidaya cabai, rendahnya tingkat partisipasi, serta ketersediaan sumber daya yang belum memadai.
“Untuk mengatasi masalah ini, kami bersama tim mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada warga RW 05. Kami berikan motivasi, serta kami sediakan bantuan bibit cabai dalam polibag,” jelasnya.
Sebelum memulai kegiatan, Sidik melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Ketua RW 05 Desa Kajen, Pemerintah Desa Kajen, serta tokoh masyarakat setempat.
“Koordinasi dengan Ketua RW dan Pemerintah Desa sangat penting untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat,” tambah Sidik.
Sebagai langkah awal, Sidik dan timnya membagikan bibit cabai dalam polibag kepada sebagian warga RW 05. Pemberian ini bertujuan untuk memicu semangat warga dalam memulai budidaya cabai di lahan rumah mereka.
“Kami berharap bibit yang kami berikan dapat menjadi langkah awal yang baik bagi masyarakat untuk mandiri dalam hal ketahanan pangan,” ucapnya penuh harap.
Sidik berharap, melalui program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kajen, terutama dalam peningkatan akses pangan, pengetahuan, dan keterampilan dalam budidaya cabai. Disisi lain, upaya ini diharapkan bisa membantu menekan biaya kebutuhan sehari-hari.
“Dengan adanya program ini, masyarakat tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan cabai mereka sendiri, tetapi juga dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli cabai di pasaran,” kata Sidik.
Warga RW 05 Desa Kajen turut menyambut baik inisiatif ini. Meraka turut berpartisipasi aktif sejak awal proyek ini digelar hingga selesai.
“Program ini sangat bermanfaat bagi warga, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sulit,” ungkap Sidik.
Melalui proyek ini, Sidik Purnawan berharap agar masyarakat Desa Kajen dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka dan mampu mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.
“Dengan semangat gotong royong dan kerjasama, kami berharap program ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan pangan dapat diwujudkan dari level terkecil di masyarakat,” pungkasnya.(CIA)
Views: 3
















