TRENGGALEK, bioztv.id – Tuntut perbaikan jalan rusak, ratusan warga Kecamatan Pule tak hanya Gruduk Pendopo Trenggalek. Namun massa juga gruduk kantor DPRD. Tanggapi aksi warga ini, DPRD Trenggalek turut bongkar besarnya kucuran anggaran dalam setiap tahunnya. Bahkan, nominal untuk Kecamatan Pule jauh lebih besar dari kecamatan lain di Trenggalek.
Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah selalu all out dalam menangani perbaikan infrastruktur di Kecamatan Pule. Hingga saat ini pihak terkait terus berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Memang kondisi jalan di Pule kerusakannya sangat masif, karena wilayahnya pegunungan,” ujar Doding Rahmadi.
Doding menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah telah menganggarkan sekitar 10 miliar rupiah khusus untuk pembangunan jalan di Kecamatan Pule. Nantinya jalan utama ini akan diaspal Hotmix, dan samping-sampingnya dicor beton.
“Itu sesuai yang diaspirasikan oleh masyarakat tadi, yaitu ruas Pule-Bangunsari dan Bangunsari-Sidomulyo,” jelasnya.
Terkait realisasi anggaran, Doding menegaskan bahwa pelaksanaan perbaikan jalan seharusnya sudah bisa dimulai. Karena proses lelang pekerjaan perbaikan jalan itu sudah dilakukan pada bulan Mei-Juni lalu, kemudian bulan Juli seharusnya sudah mulai pelaksanaan pekerjaan.
“Untuk realisasinya tinggal eksekutif bagaimana. Seharusnya hari ini sudah bisa dimulaidan tinggal rekanannya juga nanti. Semoga dalam kurun waktu satu minggu lagi sudah bisa dikerjakan,” harapnya.
Doding juga mengungkap, bahwa alokasi anggaran infrastruktur di Kecamatan Pule sejak tahun 2020 ternyata lebih besar dari anggaran di kecamatan lain se-Trenggalek. Karena Pada tahun 2020 dianggarkan sekitar 10 miliar. Kemudian Tahun 2021 karena terdampak Covid-19 dianggarkan 7 miliar rupiah. Selanjutnya pada Tahun 2022 naik menjadi 14 miliar, dan tahun 2023 karena ada tanggungan pembiayaan program PEN, dianggarkan 7,5 miliar.
“Pada tahun 2024 ini kita anggarkan 10 miliar lagi. Jadi dibanding kecamatan-kecamatan lain, lebih luar biasa menurut saya,” ungkapnya.
Meskipun dengan alokasi anggaran yang cukup besar, Doding mengakui jika masih ada tantangan dalam menangani seluruh kerusakan infrastruktur di Pule. Namun ia optimis jika kondisi jalan di Kecamatan Pule yang rusak akan semakin berkurang.
“Mudah-mudahan tahun 2025 nanti kerusakannya tinggal 25%, dan tahun 2026 tinggal 10%. Itu harapan kami,” pungkas Doding.
Dengan komitmen dari DPRD dan pemerintah daerah, warga Pule berharap agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas mereka tidak lagi terganggu dan keselamatan pengguna jalan dapat terjaga.(CIA)
Views: 2
















