Dampak Banjir Bandang Munjungan Trenggalek, Sekolah Porak Poranda & KBM Lumpuh

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Diterjang banjir bandang pada Jumat, 19 April 2024 dini hari, kawasan permukiman warga, perkantoran dan sekolah di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur porak poranda. Bahkan salah satu sekolah harus meliburkan aktifitas kegiatan belajar mengajar hingga 21 April mendatang.

Sesuai data yang dihimpun Pusdalops BPBD Kabupaten Trenggalek, bencana banjir dan tanah longsor menerjang delapan kecamatan di Trenggalek. Diantaranya Kecamatan Trenggalek, Pogalan, Kampak, Karangan, Munjungan, Watulimo, Bendungan dan Panggul. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Munjungan.

Salah satu lokasi di Munjungan yang terdampak parah adalah Madrasah Aliyah (MA) Nurul Ulum. Seluruh ruang kelas dan kantor yang berada di lantai satu, sempat terendam banjir hingga ketinggian satu setengah meter.

“Banjir terjadi pada 19 April sejak pukul 01.30 WIB dini hari,” ujar Mansur Arif, Bendahara Madrasah Aliyah (MA) Nurul Ulum Kecamatan Munjungan.

Banjir yang menerjang MA Nurul Ulum ini, pertama kali datang dari arah Timur, yaitu dari arah Sungai Kali Tengah. Karena arus banjir terlalu besar akhirnya menjebolkan tembok yang itu sebelah parkiran sekolah.

“Ketinggian air yang tadinya sekitar 1 meter menjadi 1,5 meter. Jadi semuanya fasilitas itu terendam banjir.” Ungkap Mansur.

Banjir yang menerjang sekolah ini diakui Mansur tidak terlalu lama. Pasalnya, sekitar pukul 02.00 banjir yang menggenangi seluruh bangunan lantai 1 sekolah sudah surut. Besarnya aliran banjir yang masuk kes sekolah diakibatkan dari jebolnya tembok sebelah timur. Setalah airnya masuk kemudian langsung mengalir ke sunga,.

” Jadi surutnya memang agak cepat ” kata Mansur.

Akibat banjir, bangunan tembok sekolah roboh dan seluruh ruangan di lantai 1 porak poranda. Sementara itu sejumlah buku dan fasilitas sekolah juga rusak. Sehingga kegiatan belajar mengajar di Madrasah Aliyah Nurul Ulum diliburkan hingga 21 April mendatang.

“Kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada Senin, 22 April mendatang” Imbuh Mansur.

Mansur menambahkan bahwa kejadian banjir dan dampak kerusakan yang terjadi kali ini dinilai lebih parah dibandingkan kejadian banjir pada tahun sebelumnya.

“Lebih parah jika dibanding dengan tahun 2023 kemarin,” jelasnya.

Mansyur juga memohon doa agar jajaran MA Nurul Ulum bisa segera menangani dampak banjir bandang ini. Sehingga kegiatan belajae mengajar bisa kembali pulih seperti biasanya.(CIA)

Views: 0