Warga Dongko, Perhutani, dan Forkopimcam Bersatu Hijaukan Kembali Hutan Pinus di Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id- Kelompok masyarakat di Kecamatan Dongko, Trenggalek, bersama Perhutani dan Forkopimcam bahu membahu menghijaukan kembali hutan pinus. Kegiatan ini merupakan inisiatif masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian hutan. Harapannya bisa mencegah potensi bencana dan mendatangkan potensi ekonomi.

Koordinator aksi penanaman pohon, Satam, mengatakan bahwa, aksi penanaman pohon pinus di hutan ini murni inisiasi masyarakat dengan modal swadaya. Tujuannya tak lain untuk menjaga kelestarian hutan agar dapat bermanfaat bagi anak cucu di masa depan.

“Saya punya harapan, punya tujuan, kedepannya hutan harus Lestari untuk anak cucu kita semua. Selain itu, dari pohon yang kita tanam, kedepannya juga bisa untuk mencari tambahan penghasilan, yakni dari hasil penyadapan getah pinus,” kata Satam.

Wakil Administratur KSKPH Kediri Selatan, Munawar Sukowati, mengapresiasi kesadaran masyarakat Dongko dalam menjaga kelestarian hutan. Kegiatan penghijauan dengan cara penanaman pohon Pinus ini dalam rangka konservasi atau rehabilitasi hutan di wilayah RPH Dongko Utara, BKPH Dongko, KPH Kediri, masuk sub Kediri Selatan di Kabupaten Trenggalek.

“Lokasi penghijauan ini masuk kawasan hutan produksi, Petak 12B dengan luas 12 hektar. Sedangkan yang saat ini  direhabilitasi atau kita Tanami kembali ini merupakan okasi-lokasi yang terbuka dengan luas  sekitar 3 hektar,” kata Munawar.

Munawar juga mengatakan jika kegiatan ini sejalan dengan arahan Bupati Trenggalek untuk mencapai zero net karbon di masa depan.

“Kedepan mudah-mudahan giat penanaman seperti ini juga bisa digelar diwilayah lain. Karena aksi seperti ini juga bisa menambah penyerapan air, dan menjaga ketersedia air bersih. Selain itu juga bisa mencegah potensi terjadinya bencana alam,” imbuhnya.

Camat Dongko, Ariyanti Pujiastutie, berharap agar wilayah penanaman pohon dapat diperluas. Ia mengatakan bahwa penanaman kembali hutan ini sangat bermanfaat untuk menjaga sumber air, ekologi, dan meminimalisir bencana alam di wilayah Dongko.

“Kami mewakili warga Kecamatan Dongko khususnya Desa Dongko dalam hal ini sangat berterima kasih ke pihak Perhutani karena menjadi lokasi penanaman pohon. Apalagi ini inisiatif dari warga masyarakat,” Kata Ariyanti.

Untuk mendorong perluasan wilayah penanaman, Camat Dongko meminta support dari Perhutani untuk lebih memahamkan amsyarakat. Yakni terkait  pentingnya menjaga kelestarian alam, hingga manfaat dan pentingnya merehabilitasi atau penanaman pohon kembali di hutan.

” Apalagi wilayah kecamatan Dongko ini rawan sekali dengan bencana, khususnya longsor, kebakaran, dan juga banjir,” pungkas Ariyanti.

Asper BKPH Dongko, Yona Bramantia Aji, mengatakan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan sudah mulai terbentuk. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring dan perawatan terhadap tanaman yang ditanam agar dapat tumbuh dengan baik.

“Hari ini ada kegiatan seperti ini memang di inisiasi dari pihak masyarakat, sehingga kesadaran itu yang kita impikan,” Kata Yona.

Kawasan hutan di Kecamatan Dongko sempat mengalami kerusakan yang cukup parah sekitar tahun 1998 akibat penjarahan. namun, saat ini kondisinya sudah berangsur pulih. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan cukup tinggi.

“Kalau kita lihat di Kecamatan Dongko, khususnya di Desa Pringapus itu dulu sempat habis. Tapi sekarang tanaman Pinus sudah tumbuh, bahkan sudah disadap kembali. Artinya masyarakat cukup antusias untuk menjaga dan melestarikan hutannya,” Pungkas Yona.(CIA).

Views: 18