TRENGGALEK, bioztv.id – Hingga ada perpanjangan masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH tahap 1), ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Trenggalek tak kunjung melunasi tanggungannya. Dari total calon jamaah haji Trenggalek tahun ini, masih ada sekitar 20% jamaah yang belum lakukan pelunasan. Tahapan ini akan berakhir pada 23 Februari.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, Agus Prayitno mengatakan, sesuai data yang dihimpun kemenag, hingga Kamis (15/2/2024), baru 80% atau 463 orang dari total 582 CJH yang telah menyelesaikan pelunasan.
“Secara nasional, pelunasan BIPIH masih rendah, di bawah 70%. Oleh karena itu, ada perpanjangan pelunasan sampai 23 Februari dari yang sebelumnya ditutup pada 12 Februari,” kata Agus Prayitno, Jumat (16/2/2024).
“Secara nasional, pelunasan BIPIH masih rendah, di bawah 70%. Oleh karena itu, ada perpanjangan pelunasan sampai 23 Februari dari yang sebelumnya ditutup pada 12 Februari,” kata Agus Prayitno, Jumat (16/2/2024).
Perlu diingat, pelunasan BIPIH tahap II hanya diperuntukkan bagi CJH yang masih menjalani perawatan kesehatan dan belum memenuhi istithaah (syarat) kesehatan.
“Istithaah kesehatan tahun ini memang lebih ketat, sehingga ada jemaah yang belum istithaah dan masih menjalani perawatan,” jelas Agus.
CJH dengan kondisi hipertensi, kadar gula darah tinggi, dan penyakit lainnya diimbau untuk melakukan pengobatan hingga kondisinya membaik dan bisa lolos istithaah kesehatan.
“Saat pemeriksaan kesehatan, ada sekitar 50 CJH yang tidak lolos istithaah kesehatan dan tidak diperkenankan untuk melakukan pelunasan BIPIH,” ungkap Agus.
Jika pada tahap pelunasan kedua CJH tersebut lolos istithaah kesehatan, Kemenag Kabupaten Trenggalek akan membantu proses pelunasan BIPIHnya.
“Jadi, CJH yang tidak memiliki dana untuk melunasi BIPIH tahap I tidak bisa disusulkan pada tahap II. Jalan keluarnya, mereka bisa diberangkatkan tahun 2025,” terang Agus.
Selain faktor kesehatan, Kemenag hanya menerima alasan galat sistem sebagai dasar untuk melakukan pelunasan BIPIH pada tahap II.
“Misalnya, pada tanggal 23 Februari terjadi error sistem, error internet, atau listrik mati, maka bisa kita usulkan untuk tahap kedua. Selain itu, tidak bisa,” pungkas Agus.
Views: 18

















