TRENGGALEK, bioztv.id – Istri Bupati Trenggalek Novita Hardini yang juga Caleg DPR RI dari PDIP, mengungkapkan kegembiraannya karena dapat mengajak seluruh kader perempuan di Kabupaten Trenggalek untuk menonton debat calon wakil presiden (cawapres) secara bersama-sama di Kantor DPC PDIP Trenggalek, Jumat (22/12/2023).
Novita mengatakan, debat cawapres merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kader perempuan Trenggalek untuk ikut serta mencerdaskan diri dengan menonton debat tersebut.
“Saya bahagia karena saya mengajak seluruh kader perempuan, yang artinya saya juga berperan dalam turut serta mencerdaskan perempuan dalam pembangunan,” kata Novita.
Dari hasil pengamatannya, Novita menilai bahwa Mahfud Md merupakan calon cawapres yang paling logis dan terukur. Hal ini terlihat dari program-program yang ditawarkan Mahfud, yang telah direncanakan dengan matang dan memiliki anggaran yang jelas.
“Menurut saya dari semua pasangan calon yang hari ini telah menyampaikan visi misi dan pandangan yang terkait beberapa masalah atau aspek dalam pembangunan, yang paling terukur adalah pak Mahfud. Karena tadi disampaikan di akhir beliau menyampaikan ada 21 program, yang anggarannya telah direncanakan dengan matang,” ujar Novita.
Selain itu, Novita juga belajar banyak dari debat cawapres tersebut. Ia belajar bahwa anak muda yang diberi kesempatan tidak hanya sekedar bisa saja, tetapi harus memahami proses. Ia juga belajar tentang pentingnya adab dan gestur yang sopan dalam berdialog dengan lawan bicara.
“Pertama saya belajar tadi sudah saya sampaikan, ketika anak muda diberi kesempatan tidak hanya sekedar bisa saja, tapi harus memahami proses. Saya belajar juga meskipun saya hari ini sudah ada di posisi yang mungkin anak-anak muda yang lain merasakan ingin menjadi Bunda Novita, tapi toh pada kenyataannya hari ini saya juga terus berproses saya terus belajar,” kata Novita.
“Nah dari debat hari ini saya juga belajar apa itu adab, bagaimana itu berbicara dengan lawan bicara yang notabene ya mungkin lebih tua atau lebih senior dari kita. Bagaimana kita menggunakan gestur yang ketimuran yang sopan. Nah ini saya juga belajar dari berbagai ini dan saya berdoa semua milenial yang ada di Indonesia melihat bahwa tidak hanya sekedar bisa, tapi harus matang dalam menjadi pemimpin masa depan,” imbuhnya. (CIA)
Views: 77
















