7000 Ekor Anak Penyu Dilepas Liarkan Dari Penangkaran Pantai Kili Kili Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Sejak berdirinya Pokmaswas yang fokus kelola konservasi penyu, Nelayan di Kecamatan panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, rutin lepas liarkan ribuan ekor tukik atau anak penyu ke habitatnya. Pelepasan tukik ini dilakukan langsung dari kawasan pantai taman kili kili yang merupakan area konservasi penyu.

Pokmaswas di Kecamatan Panggul yang fokus menangani konservasi penyu ini sudah terbentuk sejak Tahun 2011 lalu. Saat awal terbentuk kegiatan konservasi penyu ini dilakukan nelayan setempat secara swadaya. Pembentukan Pokmaswas ini juga berawal dari perburuan penyu yang cukup masif. Namun setelah terbentuk Pokmaswas, para nelayan dan warga setempat menjadi sadar dan tidak lagi memburu penyu. Dalam kurun waktu setahun terakhir, sedikitnya sudah ada sekitar 7 ribuan ekor tukik yang dilepas liarkan.

Penggiat konservasi sekaligus angota Pokwasmas Pantai Taman Kli-Kili, Jalim Manto menjelaskan, dalam setiap tahunnya ada sekitar 85 indukan penyu yang bertelur di kawasan konservasi, Satu ekor penyu biasanya bisa bertelor antara 90-120 butir. Dari jumlah itu yang berhasil ditetaskan biasanya antara 95% hingga 100 %. Saat ini tak kurang dari 150 ekor tukik dengan usia 1-2 minggu mereka tangkarkan di kolam buatan.

Manto juga menambahkan, Penyu yang sering bertelur di taman kili kili ini boasanya jenis penyu abu -abu dan hijau. Proses penangkaran penyu ini dilakukan dengan mengikuti musim reproduksi. Penyu yang bertelur secara alami di kawasan pantai biasanya di ambil untuk dipendam lagi di area konservasi, lokasi telur itu kemudian ditandai dan awasi hingga menetas setelah 40-an hari. Tukik hasil tetasan lalu di tangkarkan dalam kolam khusus sebelum dilepasliarkan pada usia minimal satu bulan.

Views: 12