TRENGGALEK, bioztv.id – Penanganan tenaga honorer menjelang penghapusan. Komisi 4 DPRD Trenggalek minta Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dikpora) akomodir guru honorer pindahan. Khususnya mereka yang pernah mengabdi lama diluar daerah, kemudian kembali lagi ke Trenggalek, serta sudah masuk pada Dapodik.
Sesuai hasil rapat kerja antara Komisi 4 DPRD Trenggalek dengan Dinas DIkpora. Komisi 4 tekankan penanganan tenaga honorer khususnya guru dilakukan sebaik mungkin. Terlebih mereka yang sudah mengabdi lama juga harus menjadi prioritas. Sehingga kedepannya para guru honorer bisa mendapatkan peluang untuk kesejahteraan jenjang karir yang sudah lama dirintis. Terkait hal ini, Komisi 4 mencontohkan, jika ada GTT Trenggalek yang sudah mengadbdi cukup lama di daerah lain, dan datanya sudah masuk pada Data Pokok Pendidikan atau Dapodik. Kemudian ia kembali lagi ke Trenggalek, maka mereka juga layak menjadi prioritas penanganan. Sehingga Komisi 4 meminta agar GTT yang seperti itu bisa turut diperjuangkan.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi 4 DPRD Trenggalek, Sukarodin menjelaskan, Makna dari mencerdaskan anak bangsa tidak harus di dalam daerah, atau tidak harus di Trenggalek saja. Jika warga Trenggalek pernah mengajar di daerah lain, itu juga termasuk sudah mencerdaskan bangsa. Artinya, jika masa kerjanya memang sudah lama, atau memenuhi syarat, maka GTT yang seperti itu juga harus menjadi prioritas.
Sukarodin juga menambahkan, Jika GTT yang diperjuangkan hanya GTT asli Trenggalek yang sudah memiliki masa mengabdi mengajar di lokal Trenggalek saja, langkah ini dinilai tidak adil. Karena mencerdaskan bangsa tidak hanya mereka yang mengajar anak anak di lokal Trenggalek saja. Tapi bisa saja mengajar di sekolah daerah lain.
Views: 93

















