TRENGGALEK, bioztv.id – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) pengelola Bumdesa di Kabupaten Trenggalek diduga kurang maksimal. Pasalnya, pihak dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD) belum berikan pelatihan pengelolaan langsung secara keseluruhan. Saat ini, pelatihan langsung masih menyasar sebagian Bumdesa saja.
Mengacu keterangan kepala dinas pemberdayan masyarakat dan dsa (PMD) Kabupaten Trenggalek, saat ini di Kabupaten Trenggalek ada 153 BUMDesa yang berdiri sejak Tahun 2001 lalu. Dari ratusan Bumdesa itu awalnya hanya bergerak dibidang simpan pinjam, namun saat ini sudah didorong untuk mengembangkan berbagai usaha dan berbadan hukum. Untuk proses pembinaan, dinas PMD juga berikan layanan pendampingan melalui pendamping BUMDesa. Selain itu pada 24 Mei Dinas PMD Trenggalek bekerjasama dengan Dinas PMD Provinsi Jawa Timur dan Politeknik Keuangan Negara STAN juga berikan pelatihan terhadap 33 BUMDesa. Artinya pelatihan ini juga belum bisa menyasar seluruh BUMDesa di Trenggalek.
Lebih lanjut Kepala Dinas PMD Kabupaten Trenggalek, Joko Susanto menyampaikan, untuk penentuan peserta pelatihan dai PKN STAN ditentukan oleh DInas PMD Jatim, terkait hal ini dinas PMD Trenggalek hanya mengusulkan saja. Trekait program pngembangan SDM saat ini sebenarnya sudah ada, namun sifatnya masih insidentil.
Joko juga menambahkan, merujuk kegiatan pelatihan pengembangan SDM yang dilakukan PKN STAN, pihaknya berharap nantinya bumdesa yang belum mengikuti pelatihan langsung bisa menggali pengalaman dari BUMDesa yang pernah mengikuti pelatihan. Ia menyebutkan, nantinya diharapkan minimal setiap kecamatan ada BUMDesa yang berhasil mengembangkan potensi desanya masing masing.
Views: 61

















