Level PPKM Turun, Harga Minyak Goreng & Cabe Merah Kriting Di Pasar Trenggalek Meroket

oleh
oleh
Aktivitas kegiatan masyarakat saat pandemi mulai berangsur membaik, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar basah Kabupaten Trenggalek terus meroket. Beberapa bahan pokok yang terus terusan merangkak naik diantaranya cabe merah kriting dan minyak goreng. Sementara itu harga cabe rawit masih stabil.
Aktivitas kegiatan masyarakat saat pandemi mulai berangsur membaik, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar basah Kabupaten Trenggalek terus meroket. Beberapa bahan pokok yang terus terusan merangkak naik diantaranya cabe merah kriting dan minyak goreng. Sementara itu harga cabe rawit masih stabil.

TRENGGALEK, bioztv.id – Aktivitas kegiatan masyarakat saat pandemi mulai berangsur membaik, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar basah Kabupaten Trenggalek terus meroket. Beberapa bahan pokok yang terus terusan merangkak naik diantaranya cabe merah kriting dan minyak goreng. Sementara itu harga cabe rawit masih stabil.

Dari hasil pantauan harga di pasar basah Trenggalek, Harga minyak goreng di pasar tersebut masih bertahan di angka Rp 18 ribu per liter. Kenaikan drastis terjadi sejak sepekan lalu, sebelum terjadi naik tinggi, harganya masih dikisaran Rp 14 ribu rupiah. Sementara komoditas yang harganya melambung tinggi belakangan ini adalah cabai merah keriting. Saat ini, harga cabai itu menyentuh angka Rp 34 ribu per kilogram (kg), harga normalnya Rp 20 ribu per kg. 

Salah satu pedagang pasar basah Trenggalek, Siti fatimah menyampaikan, meroketnya harga cabai merah keriting di Kabupaten Trenggalek ini, dimungkinkan karena saat ini sudah banyak rumah makan dan restoran yang buka. Sehingga pengiriman ke cabe dan kebutuhan bahan pokok lain ke luar kota juga tinggi. akibatnya harganya menjadi mahal.

Siti juga menambahkan, meski ada kenaikan harga pada cabe kriting dan minyak goreng, namun ada juga komoditas bahan pokok yang mengalami penurunan. Salah satunya yaitu bawang merah. Pasalnya, untuk bawang merah saat ini sedang panen raya di berbagai daerah. Sehingga membuat harganya  turun dari sebelumnya Rp 24 ribu per kg menjadi Rp 18 ribu per kg.

Views: 6