TRENGGALEK, bioztv.id – Memasuki bulan selo pada penanggalan jawa, Sejumlah warga yang ada di Trenggalek kembali gelar upacara adat tahunan melarung kepala kerbau, yang biasa disebut dengan nyadran di dam bagong Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek.
Ritual nyadran di Dam Bagog ini didahului dengan tirakatan dan pagelaran wayang kulit dan ruwatan, Setelah itu tepat pada hari jumat Kliwon pada bulan selo dalam penanggalan jawa, dilanjutkan dengan prosesi arak arakan tumpeng beserta kepala kerbau menuju kawasan Dam Bagong. Sebelum kepala kerbau dilarung, juga dilakukan prosesi ziarah ke makam Ki Ageng Menak Sopal yang terletak di kawasan pemakaman sekitar dam bagong.
Menanggapi ritual budaya ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menerangkan, bahwa Nyadran di dam bagong ini merupakan salah satu wujud syukur para petani atas hasil panennya, selain itu kegiatan ini merupakan sebagai wujud pelestarian budaya untuk mengenang jasa jasa Ki Ageng Minak Sopal sebagai pencetus dibangunnya dam bagong ini sejak abad ke-16.
Saat prosesi pelemparan kepala kerbau beserta tulangnya berlangsung, sontak langsung menjadi rebutan warga yang sudah mengantri dan berenang di Dam Bagong dulu, Sehingga meskipun kepala dan tulang kerbau tersebut dilempar ke dasar dam bagong, namun kepala kerbau tersebut tidak terbuang sia sia.
Views: 1
















