TRENGGALEK, bioztv.id – Penyertaan modal pemerintah Kabupaten Trenggalek terhadap Bank Jatim, yang sudah dilakukan beberapa tahun lalu, kembali mendapat sorotan dari wakil rakyat, pasalnya, keuntungan yang diperoleh pemerintah dari penyertaan modal tersebut dinilai belum maksimal.
Berdasarkan hasil pengamatan komisi 2 DPRD Kabupaten Trenggalek, setelah beberapa tahun pasca melakukan penyertaan modal ke Bank Jatim, imbal balik dari penyertaan modal tersebut dinilai masih sangat minim dan belum mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Trenggalek, Mugianto menerangkan, saat mengetahui deviden dari penyertaan modal ke bank jatim tersebut belum mencapai target 100%, pihaknya langsung memanggil badan keuangan daerah untuk memberikan keterangan terkait hal tersebut.
Mengingat nilai penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Trenggalek ke Bank Jatim jumlahnya cukup besar, dan pemerintah sendiri dijanjikan keuntungan yang besar pula oleh pihak bank, DPRD Kabupaten Trenggalek juga berharap agar keuntungan tersebut bisa dicapai sesuai target dan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah.
Views: 0
















