Kasus Stunting, PLT Bupati Trenggalek Memilih Bertindak Langsung Dari Pada Memperdebatkan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kondisi Desa Stunting di Kabupaten Trenggalek ternyata mampu menghangatkan suasana perdebatan antar kandidat calon wakil gubernur Jawa Timur pada beberapa waktu lalu, MEski demikian, PLT Bupati Trenggalek tak ingin memperdebatkan hal tersebut, Dirinya lebih memilih untuk bertindak langsung, agar kasus stunting di Trenggalek ini bisa segera teratasi.

Tak ingin mempolitisir kasus stunting di daerahnya, PLT Bupati Trenggalek memilih lakukan langkah langkah pasti untuk menanggulangi stunting yang melanda 10 Desa di Kabupaten  Trenggalek. Beberapa langkah tersebut diantaranya mengupayakan ketersediaan air bersih, sepertihalnya memasukkan program Pamsimas di 10 Desa terdampak Stuting,, Rencana pembangunan MCK Komunal, serta pemberian gizi yang cukup bagi ibu dan bayi.

PLT Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin Menerangakan, Dirinya mengakui bahwa stunting memang ada di Trenggalek, dan berdasarkan data dari pusat memang ada 10 Desa stunting di Kabupaten Trenggalek. Oleh karena itu selain mengupayakan pemenuhan gizi pihaknya juga akan mengupayakan terwujudnya kebersihan lingkungan yang alayak bagi anak.

Perlu diketahui bahwa Desa Stunting sendiri merupakan Desa yang memeiliki masalah Gizi Kronis, yang disebabkan oleh kurangnya asupan Gizi dalam waktu yang lama, selain itu stunting juga bisa disebabkan oleh kondisi kebersihan lingkungan. Stunting sendiri sebenarnya terjadi sejak bayi dalam kandungan, namun biasanya baru terlihat saat bayi berumur sekitar 2 tahun.

Views: 0