TRENGGALEK, bioztv.id – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Trenggalek dalam RAPBD 2027 masih kurang Rp17 miliar dari proyeksi RPJMD. DPRD meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil menggali potensi pendapatan tambahan.
Dalam draf RAPBD 2027, Pemkab Trenggalek baru mengajukan proyeksi pendapatan sebesar Rp346 miliar. Sementara itu, target PAD dalam RPJMD mencapai Rp363 miliar.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan Badan Anggaran (Banggar) DPRD sedang mendalami berbagai potensi pendapatan daerah. Langkah tersebut bertujuan menutup kekurangan agar target sesuai dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Sehingga kekurangannya itu Rp17 miliar lagi kita mencari untuk menutup agar sesuai dengan RPJMD,” jelas Doding di gedung dewan.
Penyesuaian Komponen BPJS Mengubah Target PAD
Doding menjelaskan, target PAD dalam proyeksi awal RPJMD sebenarnya mencapai Rp400 miliar. Namun, pemerintah melakukan penyesuaian komponen BPJS sebesar Rp37 miliar ke rekening terpisah.
Setelah penyesuaian tersebut, target PAD bersih yang harus dicapai Pemkab Trenggalek pada 2027 menjadi Rp363 miliar.
Sementara itu, draf awal RAPBD yang diajukan eksekutif baru mencantumkan proyeksi Rp346 miliar. Kondisi tersebut mendorong DPRD meminta OPD penghasil memetakan kembali sumber pendapatan daerah.
DPRD Soroti Sewa Aset dan Retribusi Wisata
Untuk menutup kekurangan Rp17 miliar, DPRD meminta OPD tidak hanya mengandalkan penerimaan pajak konvensional. Pemerintah juga perlu mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah dan sektor pariwisata.
Doding menyebut potensi pendapatan bisa berasal dari retribusi wisata hingga penyewaan aset milik pemerintah daerah.
“Jadi yang misalkan dari wisata, terus sewa-sewa tempat-tempat aset kita, sewa apa dan sebagainya,” ungkap Doding.
Menurutnya, Pemkab Trenggalek memiliki sejumlah barang dan lahan aset yang berpotensi menghasilkan pendapatan. Pemerintah dapat mengoptimalkannya melalui skema sewa maupun kerja sama dengan pihak ketiga.
“Pengelolaan aset secara profesional diharapkan mampu memberikan tambahan kontribusi terhadap PAD,” tegas DOding..
DPRD Minta Target OPD Berbasis Data
Banggar DPRD juga mengingatkan OPD agar menyusun perhitungan tambahan pendapatan secara rasional. Setiap target harus mempertimbangkan potensi nyata di lapangan, bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran.
Pendalaman tersebut sekaligus menjadi tolok ukur kinerja OPD penghasil. Mereka harus mampu mengidentifikasi dan mengoptimalkan sumber pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Harapannya ya semoga dapat menutup kekurangan Rp17 miliar. Sehingga target pembangunan daerah dalam RPJMD tetap mendapat dukungan pendapatan yang memadai<’ pungkasnya.(CIA)
Views: 8

















