TRENGGALEK, bioztv.id – Hujan yang mengguyur Kabupaten Trenggalek selama dua hari terakhir belum mengakhiri krisis air bersih di puluhan desa. Meski Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mulai memicu hujan di sejumlah wilayah, BPBD masih menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, membenarkan bahwa hujan yang turun sejak Sabtu hingga Minggu merupakan dampak operasi modifikasi cuaca.
Namun, Triadi menegaskan bahwa hujan belum langsung memulihkan cadangan air tanah maupun sumur warga yang mengering akibat kemarau panjang.
“Sejumlah wilayah sudah mulai diguyur hujan sejak Sabtu. Sampai Minggu ini, hujan masih turun. Namun, kekeringan di sejumlah wilayah Trenggalek masih terjadi,” terang Triadi.
Krisis Air Bersih Berdampak pada 43.019 Jiwa di 67 Desa
Berdasarkan pemutakhiran data BPBD Trenggalek per 24 Oktober 2026, kekeringan melanda 67 desa di 14 kecamatan. Kondisi tersebut berdampak pada 14.541 kepala keluarga (KK) atau 43.019 jiwa.
Hujan yang belum merata membuat BPBD tetap mengoperasikan armada tangki untuk memasok air bersih. BPBD juga menyalurkan sarana logistik guna membantu warga menampung persediaan air.
Sebelumnya, BPBD Trenggalek bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah mengintensifkan koordinasi dengan Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
“Tujuannya agar bisa merealisasikan operasi TMC untuk memicu hujan buatan, terutama di kawasan hulu,” ungkap Triadi.
Distribusi Air Bersih Tembus 4 Juta Liter
Hingga akhir Oktober 2026, BPBD Trenggalek telah menyalurkan 4.011.000 liter air bersih melalui 858 rit pengiriman. Distribusi tersebut menjangkau 62 desa di 14 kecamatan.
Kecamatan Panggul menjadi wilayah dengan distribusi air bersih terbesar, mencapai 1.960.000 liter melalui 405 rit pengiriman. Berikutnya, Kecamatan Dongko menerima 478.000 liter melalui 100 rit.
Untuk Kecamatan Watulimo sudah menerima 336.000 liter melalui 94 rit,’ kata Triadi
BPBD juga mencatat distribusi air bersih di sejumlah kecamatan lainnya, meliputi:
- Bendungan: 232.000 liter.
- Tugu: 236.000 liter.
- Trenggalek: 214.000 liter.
- Pogalan: 215.000 liter.
BPBD juga memasok air bersih ke Kecamatan Kampak, Gandusari, Suruh, Karangan, Pule, Munjungan, dan Durenan. Selain mendistribusikan air, BPBD membantu warga meningkatkan kapasitas penampungan air.
“BPBD Trenggalek telah mendistribusikan 142 unit tandon untuk 68 desa, 400 jeriken untuk 50 desa, serta 151 lembar terpal untuk 55 desa,” jelas Triadi.
BPBD Tetap Salurkan Air Meski Hujan Mulai Turun
Triadi menegaskan, BPBD Trenggalek tidak akan menghentikan distribusi air bersih hanya karena hujan mulai turun.
“BPBD Trenggalek berkomitmen melanjutkan penanganan darurat hingga ketersediaan air bersih bagi masyarakat kembali mencukupi,” pungkas Triadi.(CIA)
Views: 39

















