Perluas Program Sanitasi, Pemkab Trenggalek Targetkan Pembangunan IPLT pada 2027

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menyiapkan perluasan program sanitasi aman secara terpadu dengan menjadikan Desa Gading, Kecamatan Tugu, sebagai kampung percontohan utama. Selain menata sanitasi di tingkat desa, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) juga memproyeksikan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) pada 2027.

Pemerintah daerah menempuh langkah strategis ini untuk mempercepat pencapaian target Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Trenggalek. Upaya tersebut sekaligus mendukung pembangunan rendah karbon dengan menekan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Trenggalek, Dr. Heri Prasetyo, menjelaskan bahwa pemerintah daerah menangani sektor persampahan dan pengelolaan air limbah domestik secara terpadu.

“Untuk persampahan, kami telah mendorong pengelolaan melalui bank sampah, TPS 3R, pengomposan, dan pengelolaan TPA. Upaya ini pada 2024 mencatat potensi penurunan emisi sekitar 17.738,91 ton CO₂,” terang Heri.

Untuk sektor air limbah domestik, Bapperida terus mendorong penyediaan sarana MCK, penataan tangki septik individual kedap air, hingga pengoperasian IPAL komunal di kawasan permukiman warga.

Pembangunan IPLT di Ngentrong pada 2027

Heri menjelaskan bahwa pemerintah tidak cukup hanya menyediakan tangki septik di rumah tangga untuk mewujudkan sanitasi aman. Pemerintah juga perlu memastikan pengolahan lumpur tinja pada tahap akhir melalui sistem yang terintegrasi.

Karena itu, Pemkab Trenggalek merencanakan pembangunan infrastruktur IPLT di lokasi strategis.

“Kami merencanakan pembangunan IPLT di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, pada 2027 melalui dukungan APBN,” ungkapnya.

Rencana tersebut menjadi penting karena evaluasi SSK mencatat akses sanitasi aman di Trenggalek baru mencapai 0,2 persen pada 2025. Capaian ini masih jauh dari target daerah sebesar 7,99 persen dan target nasional dalam RPJMN sebesar 30 persen.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Bapperida menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kolaborasi ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Disperkimhub, DPMD, hingga Dinas Kesehatan.

Paket Kebijakan Trenggalek Resik

Selain memperkuat infrastruktur fisik, Heri mengatakan Bapperida juga mematangkan kebijakan berbasis partisipasi publik melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.

“Selain infrastruktur, melalui pendampingan Pemerintah Pusat pada 2025–2026, kami mengembangkan paket kebijakan Trenggalek Resik yang mengedepankan gotong royong dan kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Bapperida memulai uji coba paket kebijakan ini di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, dan Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, pada 2025. Selanjutnya, pemerintah mengembangkan program berskala layanan penuh (full service) dan kampung percontohan di Desa Gading, Kecamatan Tugu, pada 2026.

“Ketika kita berhasil di Desa Gading ini, tentunya kita akan mencoba untuk mengimplementasikan di seluruh desa di Kabupaten Trenggalek,” tambah Heri.

Desa Gading Diproyeksikan Jadi Model Sanitasi Nasional

Kepala Bapperida Trenggalek, Ratna Sulistyowati, mengapresiasi kepedulian warga Desa Gading dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara mandiri. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program Trenggalek Resik.

“Mudah-mudahan Gading nanti bisa menjadi prioritas kampung percontohan yang tidak hanya di Trenggalek, tapi sampai provinsi maupun nasional,” harap Ratna.

Kepala Desa Gading, Wiryanto, menegaskan komitmen warganya untuk mempertahankan budaya hidup bersih melalui gotong royong.

“Kesehatan masyarakat itu bisa terwujud kalau kita gotong royong bersama-sama,” pungkas Wiryanto.(CIA)

Views: 13