TRENGGALEK, bioztv.id – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Trenggalek menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada dua sampel air sumur milik keluarga penyelenggara hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan.
Meski hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kontaminasi bakteri, Dinas Kesehatan belum memastikan air sumur tersebut sebagai penyebab dugaan keracunan yang menimpa belasan warga.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek, Andiek Muarifin, memaparkan hasil pengujian laboratorium pada Selasa (20/10/2026).
“Sumur yang pertama memang ada kandungan bakteri E. coli 18 CFU/100 mililiter. Kemudian yang kedua juga ada kandungan E. coli 2 CFU/100 mililiter,” terang Andiek.
Menurut Andiek, temuan tersebut perlu mendapat perhatian karena keluarga menggunakan air sumur untuk mengolah makanan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, hasil pemeriksaan air saja belum cukup untuk memastikan sumber penularan dalam kejadian tersebut.
Dinkes Duga Limbah Rumah Tangga Cemari Air Sumur
Dinkes Trenggalek menduga rembesan limbah domestik menjadi salah satu penyebab kontaminasi bakteri E. coli pada kedua sumur tersebut.
Limbah dari saluran pembuangan air bekas mencuci dan fasilitas sanitasi kamar mandi berpotensi meresap ke sumber air apabila konstruksi sanitasi tidak memadai atau jaraknya terlalu dekat dengan sumur.
Untuk mengurangi risiko pencemaran berulang, petugas kesehatan menyarankan keluarga memperbaiki saluran pembuangan limbah rumah tangga.
“Kita sudah sarankan untuk membuat saluran limbah air dari bekas penggunaan rumah tangga sehari-hari supaya tidak merembes ke dekat sumur,” tegas Andiek.
Dinkes juga menjadwalkan pengambilan sampel ulang setelah keluarga memperbaiki konstruksi sanitasi. Pemeriksaan lanjutan tersebut bertujuan mengevaluasi kondisi air sumur setelah perbaikan.
Belasan Warga Sempat Jalani Perawatan
Dugaan keracunan ini bermula setelah warga menyantap hidangan hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah pada Selasa (6/10/2026) malam. Beberapa waktu kemudian, sejumlah warga mengalami mual, muntah, dan diare hingga membutuhkan perawatan medis.
Berdasarkan rekapitulasi data medis dalam laporan tersebut, sebanyak empat pasien menjalani perawatan di Puskesmas Pogalan, enam pasien di Puskesmas Pule, dan lima pasien di Puskesmas Suruh.
Selain itu, sejumlah pasien mendapat rujukan ke Rumah Sakit Budi Asih. Satu pasien lainnya menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Andiek menegaskan bahwa hasil pemeriksaan air sumur menjadi petunjuk penting untuk mengevaluasi kondisi sanitasi lingkungan, tetapi belum membuktikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Pemeriksaan kedua sampel air tersebut menemukan bakteri E. coli. Hasil itu menjadi petunjuk penting untuk memperbaiki sanitasi lingkungan, tetapi belum cukup untuk menetapkan penyebab pasti kejadian,” pungkas Andiek.
Dinkes Trenggalek masih menyelaraskan penyelidikan epidemiologi dengan pemeriksaan sampel makanan untuk mengidentifikasi penyebab kejadian. Hingga hasil pemeriksaan lanjutan tersedia, kontaminasi air sumur perlu menjadi perhatian tanpa mengesampingkan kemungkinan sumber paparan lainnya.(CIA)
Views: 13

















