TRENGGALEK, bioztv.id – Kelalaian memastikan tungku kayu benar-benar padam diduga memicu kebakaran dapur rumah warga di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.
Api melalap dapur rumah milik Sujani di RT 17 RW 08, Dusun Wadilor, Sabtu (29/8/2026) pagi.
Petugas menduga sisa bara tungku kayu menjadi pemicu kebakaran. Pemilik rumah sebelumnya menggunakan tungku tersebut untuk memasak pada Jumat malam.
Bara yang belum sepenuhnya padam kemudian menyambar tumpukan kayu kering di sekitar tungku hingga api semakin membesar.
Kasi Penyelamatan Kebakaran dan Nonkebakaran Damkar Trenggalek, Burhannudin, mengatakan pemilik rumah menggunakan tungku kayu sekitar pukul 21.00 WIB.
“Kemungkinan tungku kayu belum sepenuhnya mati, lalu apinya langsung menyambar tumpukan kayu yang ada di sekitarnya,” ujar Burhannudin, Sabtu (29/8/2026).
Ditinggal ke Surabaya, Tetangga Melihat Api Keesokan Harinya
Setelah memasak, Sumarmi meninggalkan rumah dan berangkat ke Surabaya.
Ia mendampingi putranya yang mengikuti prosesi wisuda.
Kebakaran baru diketahui pada Sabtu pagi.
Sekitar pukul 10.30 WIB, tetangga korban bernama Suparman melihat asap tebal membumbung dari arah dapur.
Suparman segera meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api.
Namun, kobaran api terus membesar. Angin dan tumpukan bahan yang mudah terbakar membuat warga kesulitan mengendalikan api.
Suparman kemudian menghubungi layanan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek.
Petugas Damkar menerima laporan melalui Call Center pada pukul 10.46 WIB.
Damkar Trenggalek langsung mengerahkan dua unit mobil pompa dan satu unit mobil water supply ke lokasi kebakaran.
“Petugas tiba di lokasi pukul 10.54 WIB, lalu dua menit kemudian—pukul 10.56 WIB—tim langsung melakukan pembasahan intensif ke titik api,” kata Burhannudin.
14 Personel Damkar Habiskan 7.000 Liter Air
Sebanyak 14 personel Damkar Trenggalek langsung berjibaku memadamkan api.
Petugas menghabiskan sekitar 7.000 liter air untuk menjinakkan kobaran sekaligus membasahi seluruh area yang terdampak.
Tim akhirnya menuntaskan operasi pemadaman sekitar pukul 11.20 WIB.
Setelah api padam, petugas kembali memeriksa seluruh area untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Personel Polsek Pogalan, Koramil Pogalan, perangkat Desa Ngadirenggo, serta warga sekitar turut membantu proses penanganan kebakaran.
Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Rugi Rp10 Juta, Damkar Selamatkan Aset Rp300 Juta Lebih
Kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bagian dapur rumah korban.
Damkar Trenggalek memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp10 juta.
Namun, respons cepat petugas berhasil menghentikan api sebelum merembet ke bangunan utama.
Petugas berhasil menyelamatkan aset senilai lebih dari Rp300 juta dari ancaman kebakaran.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan sumber api di dalam rumah.
Tungku kayu yang tampak telah padam belum tentu benar-benar aman untuk ditinggalkan. Bara kecil yang masih tersimpan dapat kembali memicu api, terutama ketika berada dekat dengan kayu atau bahan lain yang mudah terbakar.
Damkar Trenggalek mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kembali tungku, kompor, dan instalasi listrik sebelum meninggalkan rumah.
Sebab, kelalaian kecil dapat memicu kebakaran dan mengancam keselamatan penghuni maupun harta benda.(CIA)
Views: 6
















