Perhutani Dalami Indikasi Pembakaran Hutan Oleh Warga di Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPerum Perhutani mengusut dugaan warga sengaja membakar hutan di Kabupaten Trenggalek. Polisi Kehutanan (Polhut) kini mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran.

Wakil Kepala KPH Perhutani Kediri Selatan, Budi Prihartono, mengatakan timnya masih menguji seluruh temuan di lapangan. Perhutani tidak ingin menarik kesimpulan sebelum petugas menemukan bukti yang cukup.

“Tim kami terus bergerak di lapangan untuk mendalami dugaan pembakaran sengaja ini melalui investigasi menyeluruh,” kata Budi.

Perhutani Telusuri Titik Awal Api

Perhutani sebelumnya memetakan empat aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Namun, petugas kini memberi perhatian khusus pada dugaan pembakaran secara sengaja.

Polhut menelusuri titik pertama munculnya api, arah pergerakan angin, serta aktivitas warga di sekitar lokasi sebelum kebakaran terjadi.

Petugas juga membandingkan temuan tersebut untuk membedakan kebakaran akibat kelalaian dengan kebakaran yang sengaja dipicu manusia.

“Petugas menyisir area awal munculnya api untuk meneliti apakah ada tindakan pembakaran secara sengaja atau sekadar faktor kelalaian,” ujar Budi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk memastikan penyebab setiap kebakaran berdasarkan bukti lapangan.

Api dari Lahan Warga Merembet ke Hutan Perhutani

Perhutani juga menyelidiki aktivitas warga yang membakar lahan pertanian di sekitar kawasan hutan negara.

Kebakaran di kawasan Gunung Orak-Arik menjadi salah satu contoh. Api pertama muncul di lahan warga, kemudian angin membawa kobaran api menuju kawasan hutan Perhutani.

“Titik api pertama menyala di lahan milik warga, lalu angin membawa kobaran api menyambar kawasan hutan negara di sekitarnya,” beber Budi.

Kondisi vegetasi yang sangat kering mempercepat penjalaran api. Hujan yang tidak turun selama hampir dua bulan membuat serasah dan rumput mudah terbakar.

Puntung Rokok dan Bara Pembakaran Ikut Memicu Kebakaran

Selain dugaan pembakaran sengaja, Perhutani mengidentifikasi puntung rokok sebagai salah satu pemicu kebakaran.

Bara dari puntung rokok dapat membakar tumpukan dedaunan kering atau serasah yang menutupi lantai hutan.

“Serasah di seluruh kawasan hutan sudah benar-benar mengering karena hujan tidak kunjung turun dalam dua bulan terakhir,” jelas Budi.

Perhutani juga menyoroti kebiasaan penggarap lahan yang membakar tumpukan serasah tanpa memastikan api benar-benar padam.

“Penggarap sering kali membakar tumpukan serasah, lalu meninggalkannya begitu saja sebelum api benar-benar padam,” sesal Budi.

Bara yang tertinggal dapat kembali menyala ketika angin bertiup dan kemudian membakar vegetasi kering di sekitarnya.

21,25 Hektare Hutan Terbakar, Polhut Perketat Patroli

Data Perhutani mencatat kebakaran telah menghanguskan 21,25 hektare kawasan hutan di 10 lokasi Trenggalek.

Untuk mencegah kebakaran berulang, Perhutani meningkatkan patroli di sejumlah zona rawan. Petugas memberi perhatian khusus pada tiga kawasan yang berdekatan dengan permukiman, yakni Gunung Orak-Arik, Gunung Jaas-Gunung Kuncung, dan Gunung Sawe.

Perhutani masih menunggu hasil investigasi untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam kasus-kasus tersebut.

Jika petugas menemukan bukti yang cukup, Perhutani dapat membawa temuan tersebut kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan pembakaran hutan.(CIA)

Views: 22