TULUNGAGUNG, bioztv.id — Antusiasme klub sepak bola se-Karesidenan Kediri membuat Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup 2026 hampir memenuhi kuota peserta. Hingga Sabtu (22/8/2026), panitia mencatat 31 tim telah menyelesaikan pendaftaran. Artinya, hanya tersisa satu slot dari total kuota 32 tim.
Turnamen senior tersebut akan berlangsung di Stadion Rejoagung Tulungagung mulai 26 September 2026.
Pimpinan Shrimp Army Group, Anjar Priadi Putra, mengatakan peserta datang dari lima daerah dengan dominasi klub asal Tulungagung.
“Panitia mengonfirmasi sebanyak 31 tim sudah mengunci tempat dan terdaftar secara resmi,” kata Anjar.
Tulungagung Dominan, Dua Klub Trenggalek Siap Bertanding
Tulungagung mengirimkan 17 wakil dan menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak. Kabupaten dan Kota Kediri menyumbang delapan tim, Blitar tiga tim, Trenggalek dua tim, dan Nganjuk satu tim.
Dua klub asal Trenggalek yang akan tampil di Stadion Rejoagung yakni SAG Albino’s FC dari Watulimo dan Kopyok FC dari Gandusari.
31 Klub Sudah Mengunci Tiket
Berikut daftar 31 klub yang sudah mendaftar:
- BIGFAM FC — Gurah, Kediri
- SKFC — Pucung Lor, Ngantru, Tulungagung
- CLEO KREMBIS FC — Karangwaru, Tulungagung
- WM MENEJEMEN — Karangwaru, Tulungagung
- EKA JAYA FC — Wonokromo, Gondang, Tulungagung
- GAMX FC — Gamping, Campurdarat, Tulungagung
- NGUNUT FC — Ngunut, Tulungagung
- RADIOLOGI FC — Tulungagung
- BINTAS MANDIRI — Sukorejo, Karangrejo, Tulungagung
- LAKSANA MULYA — Rejoagung, Kedungwaru, Tulungagung
- BHARESTU — Bago, Tulungagung
- DINARTA SM — Pesantren, Kediri
- HW FC — Dandangan, Kota Kediri
- MAEM FC — Ponggok, Blitar
- MAHESA FC — Dawuhan, Kademangan, Blitar
- BRENGGOLO SC — Pojok, Ngantru, Tulungagung
- PELITA JABON PUTRA — Jabon, Banyakan, Kediri
- SEKAR TANJUNG FC — Tanjungrejo, Loceret, Nganjuk
- SPARTANS — Ngebong, Pakel, Tulungagung
- WAKANDA KOTA BLITAR — Karangsari, Sukorejo, Kota Blitar
- SAG ALBINO’S FC — Tasikmadu, Watulimo, Trenggalek
- SAKARA FC — Karangrejo, Tulungagung
- MOCHI FC — Kates, Kauman, Tulungagung
- TINA TINI FC — Ringinpitu, Kedungwaru, Tulungagung
- PERSEKO GB KEDIRI — Bandar Kidul, Mojoroto, Kota Kediri
- PERSID DEYENG — Deyeng, Ringinrejo, Kediri
- AMPHIBI — Sambi, Ringinrejo, Kediri
- GARUDA FC — Duwet, Wates, Kediri
- KOPYOK FC — Gandusari, Trenggalek
- BOLODEWE FC — Jatimulyo, Kauman, Tulungagung
- M.J.S FC — Sukowidodo, Karangrejo, Tulungagung
Sebaran peserta:
- Tulungagung: 17 tim
- Kediri: 8 tim
- Blitar: 3 tim
- Trenggalek: 2 tim
- Nganjuk: 1 tim
- Total: 31 tim
Hadiah Rp50 Juta, Panitia Siapkan Turnamen Tahunan
Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup 2026 menawarkan total uang pembinaan Rp50 juta.
Panitia memberikan Rp25 juta kepada juara pertama, Rp15 juta kepada runner-up, serta masing-masing Rp5 juta kepada dua semifinalis. Selain itu, panitia juga menyiapkan trofi senilai Rp4 juta.
Panitia sebelumnya menetapkan 12 September 2026 sebagai batas akhir pendaftaran. Namun, mereka dapat menutup pendaftaran lebih cepat jika satu slot terakhir segera terisi.
Tingginya minat klub membuat Shrimp Army berencana menjadikan turnamen tersebut sebagai agenda tahunan.
Anjar menilai antusiasme peserta menunjukkan besarnya gairah kompetisi sepak bola di wilayah eks Karesidenan Kediri.
Event Pindah ke Tulungagung, Trenggalek Didorong Berbenah
Kehadiran dua klub Trenggalek di turnamen tersebut menjadi perhatian tersendiri. Komunitas asal Trenggalek justru memilih Tulungagung sebagai lokasi kompetisi setelah mempertimbangkan kemudahan perizinan dan kepastian regulasi.
Anjar kembali menyinggung polemik turnamen pelajar di Trenggalek yang sebelumnya berjalan tanpa rekomendasi resmi Askab PSSI. Polemik itu kemudian berujung pada sanksi terhadap sembilan wasit.
“Latar belakang tersebut menjadi pertimbangan matang bagi kami saat mematangkan rencana turnamen ini,” aku Anjar.
Menurutnya, penyelenggara membutuhkan kepastian hukum agar pertandingan tidak menimbulkan persoalan bagi panitia maupun perangkat pertandingan.
“Kami menegaskan tidak ingin menabrak aturan hukum dan regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Meski memilih Tulungagung tahun ini, Anjar tetap ingin membawa turnamen tersebut kembali ke Trenggalek pada masa mendatang. Ia mensyaratkan pembenahan ekosistem sepak bola dan mekanisme kompetisi di daerah.
“Semua elemen di Trenggalek harus duduk bersama mengevaluasi sistem dan menunjukkan komitmen perubahan,” imbaunya.
Ia juga menyayangkan perbedaan perkembangan pembinaan sepak bola antara Trenggalek dan Tulungagung.
“Sangat disayangkan sebenarnya, padahal secara geografis jarak Tulungagung dan Trenggalek itu sangat dekat,” imbuhnya.(CIA)
Views: 17
















