TRENGGALEK, bioztv.id – Kemeriahan Pasar Rakyat Hari Jadi ke-832 Trenggalek menghadirkan tantangan baru di tengah geliat ekonomi warga. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek kini fokus mengantisipasi lonjakan sampah selama kegiatan berlangsung.
Sebanyak 188 pelaku UMKM lokal ikut meramaikan pasar rakyat yang berlangsung pada 20–30 Agustus 2026. Aktivitas jual beli selama sepuluh hari berpotensi meningkatkan volume sampah di kawasan pusat kota.
Menyikapi kondisi tersebut, DLH meminta pedagang tidak menyerahkan seluruh urusan kebersihan kepada petugas.
Asisten Perekonomian Setda Trenggalek sekaligus Plt Kepala DLH Trenggalek, Cusi Kurniawati, meminta setiap pedagang bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan.
“Seluruh elemen masyarakat harus menanamkan komitmen ‘sampahku tanggung jawabku, dan sampahmu tanggung jawabmu’,” tegas Cusi, Jumat (21/8/2026).
Ratusan Pedagang Padati Arena, Sampah Berpotensi Ikut Melonjak
Pasar rakyat tahun ini menghadirkan konsep “Trenggalek Zaman Dahulu”. Selain melibatkan 188 UMKM lokal, panitia juga menghadirkan sekitar 98 pedagang dari luar daerah.
Kehadiran ratusan pelaku usaha dalam satu kawasan meningkatkan potensi munculnya titik-titik penumpukan sampah.
Pemerintah daerah menyadari armada DLH tidak mungkin menangani seluruh sampah tanpa dukungan pedagang. Aktivitas perdagangan dan pengunjung justru menjadi sumber utama timbulan sampah selama acara.
Karena itu, Pemkab Trenggalek meminta setiap pemilik stan menyiapkan tempat penampungan sampah di lapaknya masing-masing.
“Setiap pedagang wajib mengantongi wadah penampungan sampah sendiri. Nanti tim DLH yang akan mengeksekusi pengangkutan sampah di titik kumpul komunal,” jelas Cusi.
Melalui pola tersebut, pedagang menangani sampah sejak dari sumbernya. Mereka mengumpulkan limbah dagangan di lapak masing-masing, sedangkan DLH mengangkut sampah dari titik kumpul menuju tempat pembuangan akhir.
Panitia Siapkan Tong Sampah dan Tim Khusus
Panitia penyelenggara juga ikut mengambil tanggung jawab menjaga kebersihan arena pasar rakyat.
Pimpinan Event Organizer Menak Sopal Group, Khusnudin, mengatakan panitia menyiapkan tong sampah sekaligus menerjunkan tim khusus untuk mengangkut sampah secara berkala.
“Tim kami akan bergerak aktif memobilisasi sampah dari area kegiatan,” kata Khusnudin.
Panitia juga berkoordinasi dengan DLH Trenggalek agar petugas segera mengangkut sampah yang terkumpul di titik-titik komunal.
“Kami menyediakan tong-tong penampungan limbah di area strategis dan akan memobilisasi sampah tersebut setiap hari,” ujarnya.
DLH Dorong Pedagang Tak Lagi Andalkan Petugas Kebersihan
DLH Trenggalek menilai tantangan terbesar bukan sekadar menyediakan tong sampah. Pemerintah juga harus membangun kebiasaan pedagang dan pengunjung untuk mengelola sampah sejak awal.
Cusi mendorong masyarakat meninggalkan pola pikir bahwa petugas kebersihan akan membereskan seluruh sampah setelah kegiatan selesai.
Pedagang harus mengumpulkan sampah dari aktivitas jual beli mereka, sedangkan pengunjung wajib membuang sampah pada tempat yang tersedia.
Pola tersebut sekaligus mengurangi beban petugas kebersihan yang harus menangani volume sampah lebih besar selama pasar rakyat berlangsung.(CIA)
Views: 9
















