TRENGGALEK, bioztv.id – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Trenggalek menegaskan komitmennya untuk tidak menjadi organisasi menara gading, yang hanya sibuk mengurus administrasi dan rapat formal. Melalui momentum Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Kecamatan Watulimo, para kader muda Muhammadiyah menyusun langkah konkret untuk menghidupkan kembali gerakan organisasi hingga tingkat cabang dan ranting.
Sebanyak 80 peserta dari unsur PDPM Trenggalek dan perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Kabupaten Trenggalek memadati forum tersebut. Mereka memanfaatkan Rapimda sebagai sarana evaluasi setengah periode kepengurusan sekaligus menyusun arah gerakan organisasi agar semakin berdampak bagi masyarakat.
Ketua PDPM Trenggalek, Arifin, menegaskan bahwa pihaknya tidak menjadikan Rapimda sekadar agenda rutin tahunan. Ia memanfaatkan forum tersebut untuk mengevaluasi capaian program kerja sekaligus merumuskan strategi agar organisasi tetap adaptif dan relevan terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami menggelar Rapimda ini sebagai upaya nyata konsolidasi organisasi, mengevaluasi ketercapaian program kerja setengah periode, serta merumuskan berbagai kebijakan strategis Pemuda Muhammadiyah ke depan,” ujar Arifin.
Bidik Tiga Isu Strategis: Kaderisasi, Lingkungan, dan Kemandirian Ekonomi
Peserta Rapimda memfokuskan pembahasan pada tiga isu utama. Mereka mengevaluasi program kerja yang telah berjalan, merumuskan strategi penguatan kaderisasi, serta mempertegas peran pemuda dalam isu lingkungan dan pengembangan ekonomi kader.
Arifin menilai organisasi kepemudaan harus hadir langsung di tengah masyarakat dan memberi manfaat nyata. Karena itu, PDPM Trenggalek berupaya menggerakkan kembali aktivitas kader hingga ke tingkat akar rumput agar roda organisasi tidak hanya berputar di level kabupaten.
“Target khusus kami adalah menggairahkan kembali aktivitas dan kreativitas teman-teman Pemuda Muhammadiyah, baik di tingkat daerah, cabang, hingga ke tingkat ranting,” tegasnya.
Siapkan Program Turba dan Kelas Wirausaha
Untuk mencapai target tersebut, PDPM Trenggalek menyiapkan sejumlah program prioritas. Organisasi ini akan memperbanyak kegiatan turun ke bawah (turba) ke tingkat kecamatan dan desa guna mempererat komunikasi antarpengurus.
Selain itu, PDPM juga akan mengintensifkan pelatihan kader melalui Baitul Arqam Dasar sebagai sarana mencetak generasi muda Muhammadiyah yang tangguh dan berkarakter.
Tidak hanya fokus pada penguatan ideologi dan organisasi, para pengurus juga memasukkan pelatihan kewirausahaan ke dalam program prioritas. Mereka berharap langkah tersebut mampu memperkuat kemandirian ekonomi kader sekaligus meningkatkan kontribusi pemuda terhadap pembangunan daerah.
Arifin mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, organisasi harus mampu merespons berbagai persoalan sosial, lingkungan, dan ekonomi melalui aksi nyata.
Bupati dan Tokoh Muhammadiyah Beri Dukungan Penuh
Rapimda Pemuda Muhammadiyah Trenggalek juga menarik perhatian berbagai elemen penting. Bupati Trenggalek hadir langsung dalam pembukaan acara bersama Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Trenggalek.
Camat Watulimo, jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah tingkat cabang, serta perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah lainnya turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan besarnya perhatian terhadap peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan generasi muda.
Bagi Pemuda Muhammadiyah Trenggalek, Rapimda kali ini bukan sekadar forum seremonial setengah periode. Mereka menjadikan forum tersebut sebagai titik awal untuk memastikan organisasi tetap hidup, aktif bergerak, dan mampu menjawab tantangan zaman melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat luas mengenal Pemuda Muhammadiyah bukan karena kemegahan struktur organisasinya, melainkan karena aksi nyata dan kontribusi besarnya bagi warga,” pungkas Arifin.(CIA)
Views: 7

















