Peminat Tingkat SMP Sekolah Rakyat Trenggalek Overload, Kuota SD dan SMA Sisa Banyak

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idMinat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek terus melonjak. Antusiasme itu terlihat dari jumlah pendaftar jenjang SMP yang berhasil melampaui kuota yang ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek awalnya menargetkan 90 siswa untuk jenjang SMP. Namun, tim penjangkauan berhasil mendata dan mendaftarkan 101 calon siswa. Lonjakan jumlah pendaftar tersebut membuat Dinsos menutup proses penjangkauan peserta didik SMP lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Trenggalek, Soelung Prasetyo Raharjeng Sidjoe, mengatakan seluruh calon siswa yang sudah masuk dalam basis data akan mengikuti proses verifikasi dan seleksi sesuai skala prioritas.

“Kemensos menetapkan kuota SMP sebanyak 90 siswa. Namun, tim lapangan sudah menjangkau 101 anak. Karena itu kami menutup penjangkauan untuk tingkat SMP dan sekarang menunggu sidang pleno untuk menentukan peserta yang lolos,” ujar Soelung Prasetyo.

Menurut Soelung, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap program pendidikan berasrama yang dijalankan pemerintah.

Pendaftar SMP Lampaui Kuota, Dinsos Siapkan Alternatif

Soelung menjelaskan, tim seleksi hanya akan menetapkan 90 siswa sesuai kuota resmi yang diberikan Kemensos.

Sementara itu, Dinsos akan membantu 11 calon siswa lainnya mendapatkan alternatif pendidikan yang sesuai apabila mereka tidak masuk dalam daftar akhir.

“Jika tidak masuk kuota utama, kami akan mengarahkan mereka ke Sekolah Rakyat tingkat provinsi atau membantu mencarikan sekolah lain yang tersedia di Kabupaten Trenggalek,” jelasnya.

Tim gabungan dijadwalkan menggelar sidang pleno penetapan peserta didik SMP pada 17 Juni 2026. Dalam forum tersebut, tim akan menyusun peringkat calon siswa berdasarkan skala prioritas sesuai petunjuk teknis Kemensos.

Kuota SD dan SMA Masih Belum Terpenuhi

Berbeda dengan jenjang SMP, proses penjangkauan peserta didik untuk tingkat SD masih berlangsung dan belum mencapai target.

Dari kuota 90 siswa yang tersedia, tim baru mendata dan memverifikasi 19 anak yang memenuhi kriteria. Sementara itu, untuk jenjang SMA, petugas telah menjaring 62 calon siswa dari target 90 peserta didik.

“Saat ini kami baru memiliki 19 calon siswa SD dan 62 calon siswa SMA. Tim lapangan masih terus bergerak untuk menjangkau calon peserta didik lainnya agar kuota bisa terpenuhi,” kata Soelung.

Ia menambahkan, Kemensos memberikan waktu hingga pekan keempat Juni 2026 bagi daerah untuk memenuhi kuota peserta didik. Namun, jadwal tersebut masih bisa berubah sesuai perkembangan di lapangan.

Sistem Multi Entry Jadi Solusi Kekurangan Kuota

Meski kuota SD dan SMA belum terpenuhi, Dinsos memastikan kondisi tersebut tidak akan menghambat dimulainya kegiatan belajar mengajar.

Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi entry-multi exit yang memungkinkan sekolah menambah jumlah siswa secara bertahap setelah tahun ajaran berjalan.

“Jika saat penetapan nanti kuota belum penuh, kami akan memulai pembelajaran dengan siswa yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Setelah itu, kami tetap bisa menambah peserta didik melalui mekanisme multi entry-multi exit hingga kuota terpenuhi,” terang Soelung.

Menunggu Keputusan Kemensos dan Penyelesaian Gedung Baru

Saat ini, manajemen SRT 50 Trenggalek dan Dinsos masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Sosial terkait jadwal tahun ajaran baru sekaligus penetapan peserta didik.

Di saat yang sama, pihak sekolah juga terus mempersiapkan perpindahan ke gedung permanen Sekolah Rakyat yang kini memasuki tahap akhir pembangunan.

“Saat ini kami menunggu keputusan final dari Kementerian Sosial. Begitu jadwal tahun ajaran baru ditetapkan dan penggunaan gedung baru disetujui, kami akan langsung menjalankan seluruh rencana operasional yang sudah disiapkan,” pungkas Soelung.

Lonjakan jumlah pendaftar SMP menunjukkan bahwa program Sekolah Rakyat mulai mendapat kepercayaan masyarakat Trenggalek. Kini, tim penjangkauan fokus mengejar pemenuhan kuota SD dan SMA agar fasilitas pendidikan yang telah disiapkan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh anak-anak yang membutuhkan.(CIA)

Views: 4