Populasi Anjlok, Harga Sapi Kurban di Trenggalek Melejit Rp27 Juta, Trauma PMK Picu Kelangkaan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, para pembeli hewan kurban di Kabupaten Trenggalek harus menyiapkan anggaran lebih besar. Harga sapi kurban kini melonjak drastis akibat menyusutnya populasi ternak pasca-wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pantauan di Pasar Hewan Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, menunjukkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Para pedagang kini menjual sapi dengan harga rata-rata Rp27 juta per ekor. Tahun lalu, harga sapi masih berkisar Rp23 juta per ekor.

Menyusutnya stok ternak menjadi penyebab utama kenaikan harga tersebut. Banyak peternak di Trenggalek masih trauma memelihara sapi dalam jumlah besar karena khawatir wabah PMK kembali menyerang dan merugikan usaha mereka.

Trauma PMK Masih Hantui Peternak

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek, Ririn Hari Setiani, membenarkan bahwa kondisi psikologis peternak ikut memengaruhi ketersediaan sapi di pasar.

“Trauma PMK masih menjadi faktor utama menurunnya populasi sapi. Saat sapi terserang PMK, nilai jualnya bisa anjlok drastis. Sapi yang normalnya bernilai puluhan juta rupiah bisa turun tajam karena kondisi kesehatan menurun. Inilah yang membuat peternak lebih berhati-hati sekarang,” ujar Ririn.

Meski harga naik, Ririn memastikan kondisi hewan kurban di pasar masih aman dan sehat. Tim kesehatan hewan rutin menyisir pasar maupun kandang untuk melakukan pemeriksaan fisik.

“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan hewan sakit. Sapi-sapi ini berasal dari wilayah lokal Trenggalek seperti Pule, Tugu, Dongko, hingga Pogalan,” imbuhnya.

Kejar Target 24 Ribu Dosis Vaksin

Untuk menekan risiko penyebaran penyakit menjelang Idul Adha, Dinas Peternakan Trenggalek terus mempercepat vaksinasi PMK tahap kedua.

Petugas menargetkan pemberian sekitar 24 ribu dosis vaksin selesai pada awal Juni mendatang.

“Progres vaksinasi tahap kedua saat ini sudah melampaui 50 persen. Kami terus bergerak agar peternak merasa aman dan stok kurban tetap terjaga,” tegas Ririn.

Selain vaksinasi, petugas juga aktif mengedukasi peternak agar segera melaporkan gejala klinis pada ternak, seperti demam tinggi, luka pada mulut, maupun keluarnya air liur berlebih.

Pedagang Tetap Kirim Sapi ke Jakarta

Meski harga sapi lokal melonjak, para pedagang memastikan stok hewan kurban di Trenggalek masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan, Trenggalek tetap memasok sapi kurban ke sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Tangerang.

“Stok sebenarnya masih aman. Permintaan memang naik tajam seiring mendekatnya hari raya,” kata Suwardi, salah satu pedagang sapi.

Harga Kambing Ikut Naik

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas kambing, meski tidak setinggi sapi. Para pedagang mencatat harga kambing naik sekitar Rp500 ribu per ekor dalam sepekan terakhir.

Misriyanto (60), pedagang asal Kecamatan Pule, mengaku permintaan kambing mulai meningkat sejak awal Mei.

“Penjualan mulai ramai. Saat ini harga kambing berada di kisaran Rp3 juta sampai Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran,” jelas Misriyanto yang rutin berkeliling pasar dari Durenan hingga Tanggaran.

DIsnakkan Trenggalek mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban. Pembeli perlu memastikan hewan dalam kondisi aktif, sehat, serta telah menerima vaksinasi resmi agar ibadah kurban berlangsung aman dan syar’i.(CIA)

Views: 17