TRENGGALEK, bioztv.id – Di tengah isu kelangkaan LPG 3 kilogram menjelang Lebaran, DPRD Kabupaten Trenggalek memastikan pasokan gas melon tetap aman. DPRD juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli LPG secara berlebihan karena dapat memicu kelangkaan di lapangan.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak ke dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Desa Karangsoko dan Desa Kedunglurah.
“Hari ini kami sidak ke dua SPBE, di Karangsoko dan Kedunglurah. Setiap hari Karangsoko memproduksi sekitar 13 ribu tabung dan Kedunglurah sekitar 11 ribu tabung. Jadi totalnya mencapai 24 ribu hingga 25 ribu tabung per hari,” jelasnya.
Pemkab Ajukan Tambahan 65 Ribu Tabung
Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengajukan penambahan pasokan LPG 3 kg ke Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan saat Idul Fitri.
Pertamina kemudian menyalurkan tambahan 65.000 tabung secara bertahap.
“Tambahan sudah mulai kami terima sejak Minggu kemarin sebanyak 18 ribu tabung. Selanjutnya pengiriman akan kembali dilakukan pada Kamis hingga total 65 ribu tabung terpenuhi,” ujar Doding.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan di lapangan, terutama saat puncak arus mudik dan Lebaran.
DPRD Jelaskan Penyebab Kelangkaan
Doding menjelaskan bahwa lonjakan permintaan menjadi penyebab utama kelangkaan LPG, bukan karena pasokan berkurang.
Menjelang Lebaran, masyarakat dan pelaku usaha meningkatkan konsumsi secara signifikan, bahkan hingga dua kali lipat.
“Yang biasanya pakai dua atau tiga tabung, menjelang Lebaran bisa menjadi lima atau enam tabung. Kondisi ini membuat distribusi di lapangan tidak seimbang,” jelasnya.
DPRD Minta Warga Tidak Panic Buying
DPRD Trenggalek meminta masyarakat tidak melakukan panic buying karena SPBE terus memproduksi LPG setiap hari.
“Kami harapkan masyarakat tidak panik. Gunakan LPG sesuai kebutuhan saja, jangan berlebihan,” tegas Doding.
Ia juga mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan gas bersubsidi yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu dan pelaku UMKM.
“Kami imbau ASN dan masyarakat mampu menggunakan gas non-subsidi seperti 5 kg atau 12 kg. Jangan sampai UMKM tidak bisa berjualan karena kehabisan gas,” tambahnya.
DPRD Optimistis Pasokan Segera Normal
Dengan tambahan pasokan yang terus berjalan, DPRD optimistis distribusi LPG 3 kg di Trenggalek segera kembali normal.
“Kami berharap tambahan kuota ini mampu menormalkan distribusi di lapangan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” pungkasnya.(CIA)
Views: 43
















