Efisiensi Anggaran Korbankan Infrastruktur, Banyak Proyek Jalan di Trenggalek Batal

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pemotongan anggaran dari pusat kembali menjadi pukulan telak bagi pembangunan infrastruktur di Trenggalek. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek harus kehilangan sekitar Rp54 miliar dari total anggaran infrastruktur Rp144 miliar.

Awalnya, anggaran puluhan miliar yang hilang itu sedianya dialokasikan untuk berbagai proyek, termasuk perbaikan jalan. Karen anggaran melayang, dampaknya, sejumlah ruas jalan strategis terancam tidak tersentuh pembangunan, bahkan ada yang batal diperbaiki.

Plt Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Anjang Purwoko, mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran ini memberikan dampak besar, terutama dalam penanganan jalan kabupaten. Terlebih, Dari total anggaran Rp144 miliar, sekitar Rp66 miliar dialokasikan khusus untuk infrastruktur jalan.

“Namun, karena ada pengurangan anggaran sebesar Rp54 miliar, kami kesulitan untuk merealisasikan banyak proyek,” ungkapnya.

Dua Proyek Jalan Strategis Batal, Pemudik Terancam Jalan Rusak

Salah satu dampak paling nyata dari pemangkasan anggaran ini adalah hilangnya kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan jalan. Awalnya, dua ruas jalan utama, yakni Gandusari-Kerandekan dan Dongko-Kampak, dijadwalkan mendapat perbaikan melalui DAK. Namun, akibat efisiensi anggaran, proyek tersebut terpaksa dicoret dari daftar pengerjaan.

Tak hanya itu, dana earmark senilai lebih dari Rp4 miliar yang sebelumnya diperuntukkan bagi perbaikan jalan juga ikut terhapus. Hal ini semakin mempersempit ruang gerak Dinas PUPR dalam menangani kerusakan jalan di Trenggalek.

“Praktis, kami hanya bisa menangani jalan-jalan yang masuk dalam prioritas Musrenbang. Tahun ini, hanya delapan lokasi yang bisa dikerjakan dengan anggaran yang tersisa,” jelas Anjang.

Tambal Sulam, Bukan Solusi Jangka Panjang

Di tengah keterbatasan anggaran, Dinas PUPR Trenggalek terpaksa mengalihkan fokus ke program tambal sulam jalan berlubang. Tambal sulam ini sudah dilakukan sejak  menjelang arus mudik Lebaran. Namun, tambal sulam jalan bukanlah solusi jangka panjang. Tanpa perbaikan menyeluruh, risiko jalan kembali rusak dalam waktu singkat sangat tinggi.

“Kami prioritaskan jalan-jalan utama dengan lalu lintas tinggi. Targetnya, sebelum Lebaran, lubang-lubang di ruas jalan utama sudah tertutup agar pemudik bisa lebih nyaman,” tambah Anjang.

Beberapa ruas jalan yang mendapat penanganan darurat ini antara lain Besuki-Tanggil (Panggul), Kembangan-Puyung (Pule), Keser-Ngadimulyo (Dongko), Srabah-Depok, dan lain sebagainya.

Pemangkasan anggaran pembangunan kerap menjadi dilema bagi daerah. Di satu sisi, efisiensi anggaran diperlukan untuk menyeimbangkan keuangan negara, namun di sisi lain, infrastruktur yang tidak tertangani dapat menimbulkan dampak lebih luas, termasuk meningkatnya angka kecelakaan akibat jalan rusak.(CIA)

Views: 2