Miris, Progres Baru 52%, Bendungan Bagong Trenggalek Dicoret dari Daftar Proyek Strategis Nasional

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Proyek Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, yang semula masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) era Presiden Joko Widodo, kini menghadapi ketidakpastian.

Proyek senilai Rp1,67 triliun ini telah dicoret dari daftar PSN di era pemerintahan Presiden Prabowo. Padahal, bendungan yang dibangun sejak Desember 2020 ini diharapkan menjadi solusi ketahanan air, pangan, dan pengendali banjir di Trenggalek.

Hingga Maret 2025, progres pembangunan Bendungan Bagong baru mencapai 52%. Padahal, target penyelesaian awalnya adalah Desember 2024, kemudian ditargetkan lagi selesai pada Tahun 2026. Keterlambatan ini memicu kekhawatiran masyarakat akan nasib proyek yang dinilai vital bagi pembangunan daerah.

Bupati Trenggalek: Proyek Tetap Dilanjutkan Meski Bukan PSN

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin alias Mas Ipin, menyatakan optimisme bahwa proyek ini akan tetap diselesaikan meski tidak lagi masuk dalam daftar PSN.

“Meskipun bukan lagi proyek strategis nasional, Bendungan Bagong tetap milik pemerintah pusat. Saya yakin pemerintah pusat memiliki komitmen untuk tidak membiarkannya mangkrak,” ujar Mas Ipin.

Ia menambahkan, meski prosesnya mungkin lebih lambat, proyek ini akan dituntaskan. Terlebih, saat ini progress-nya sudah 52%, dan tinggal separuh jalan lagi.

“Jika dulu, saat masih masuk PSN, ada target waktu yang ketat. Sekarang mungkin lebih santai, tapi pasti akan diselesaikan,” tegasnya.

Fungsi Strategis Bendungan Bagong

Bendungan Bagong, yang terletak di Desa Sumurup dan Sengon, berjarak 10 kilometer dari pusat kota Trenggalek, dirancang sebagai bendungan multiguna. Dengan tinggi puncak 82 meter dan panjang 678 meter, bendungan ini memiliki kapasitas tampung 17,40 juta meter kubik.

Bendungan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air baku di Kecamatan Pogalan, mengurangi debit air Sungai Bagong sebesar 78,44%, serta menjadi sumber irigasi untuk mendukung ketahanan pangan. Selain itu, Bendungan Bagong juga berpotensi menjadi destinasi pariwisata baru dan sumber pembangkit listrik.(CIA)

Views: 13