TRENGGALEK, bioztv.id – Di penghujung tahun 2024, Pemerintah Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, mengambil langkah unik untuk menjaga ketahanan pangan. Pemerintah desa justru memanfaatkan anggaran desanya untuk anjing. Hewan-hewan tersebut akan difungsikan sebagai pengendali hama babi hutan yang selama ini meresahkan para petani.
Kepala Desa Karangturi, Puryono, menyampaikan bahwa upaya ini dilakukan seiring meningkatnya gangguan hama babi hutan di hamparan hutan dan perkebunan warga.
“Wilayah Desa Karangturi sangat luas, subur, dan hijau. Namun, para petani kini resah karena hama babi hutan merusak tanaman mereka, seperti ketela pohon, ubi-ubian, bahkan batang kelapa ikut hancur dimakan babi hutan,” ujar Puryono.
Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Desa Karangturi memutuskan membeli anjing sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Puryono menyebut langkah ini unik dan belum pernah dilakukan di daerah lain di Indonesia.
“Kebijakan ini mungkin terlihat nyeleneh dan aneh, mungkin satu-satunya di Republik ini, yakni desa membeli anjing untuk menjaga ketahanan pangan. Tapi ini kami lakukan demi mengamankan hasil pertanian warga,” jelasnya.
Dalam tahap awal, sebanyak 8 ekor anjing sudah dibeli oleh pemerintah desa dan akan diserahkan kepada kelompok petani hutan di Desa Karangturi. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk merawat anjing-anjing ini serta menggunakannya dalam pengendalian hama babi hutan.
“Kami juga sudah merencanakan anggaran APBDes 2025 untuk menambah sekitar 18 ekor anjing lagi agar seluruh lahan pertanian warga dapat terlindungi dengan baik,” tambah Puryono.
Menurut Puryono, keberadaan anjing-anjing pemburu babi hutan ini diharapkan mampu menekan kerugian yang dialami petani akibat serangan hama babi hutan, sehingga hasil panen dapat terjaga. Dengan pendekatan yang tidak biasa ini, Desa Karangturi berharap dapat menciptakan kondisi yang aman bagi para petani, sehingga ketahanan pangan desa tetap terjaga.
“Ini adalah upaya kami untuk mensinkronkan program ketahanan pangan desa dengan kebijakan pemerintah pusat. Semoga langkah ini membawa hasil positif bagi seluruh masyarakat Desa Karangturi,” jelasnya.
Puryono juga menambahkan, anjing anjing yang sudah dibeli langsung diserahkan ke petani dan langsung digunakan untuk menjaga lahan. Terbukti, para petani juga mengabarkan jika anjing anjing pemburu itu baru saja menangkap seekor babi hutan yang cukup besar.
“Baru saja saya dikabari, dan dikirimi video saat anjing anjing itu berhasil memburu babi hutan dilahan pertanian warga,” pungkasnya.(CIA)
Views: 23
















