Krisis Air Saat Hujan Turun, Warga di Trenggalek Masih Kesulitan Air Bersih

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Meski hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di Trenggalek, krisis air bersih yang melanda ratusan keluarga di Desa Gador, Kecamatan Durenan, belum juga teratasi. Sumber mata air yang mengering sejak awal Agustus lalu tetap belum pulih, membuat warga terpaksa mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah dan relawan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Jito, salah satu warga Desa Gador, kendati hujan turun beberapa kali, air yang diharapkan mengisi kembali sumur-sumur warga belum juga tiba. Hingga kini, sekitar 136 kepala keluarga di Desa Gador harus berebut setiap kali bantuan air bersih datang. Mereka bahkan tak segan membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sejak Agustus sudah sangat minim air, tapi di bulan September justru sudah tidak ada sama sekali. Sekarang, walau ada hujan, sumur-sumur kami tetap kering,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan, di mana warga berkerumun begitu bantuan air bersih datang. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat setidaknya ada 72 desa di 14 kecamatan yang terdampak kekeringan, menjadikan krisis air tahun ini sebagai yang terparah dibanding tahun sebelumnya.

“Tanpa bantuan dari relawan dan pemerintah, kondisi kekeringan ini semakin menekan ekonomi warga yang sehari-hari sudah sulit,” jelas Jito.

Bencana kekeringan yang melanda ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan air minum dan mandi, tetapi juga mulai mengancam lahan pertanian warga.

“Kami harap musim hujan kali ini bisa membawa air yang cukup, bukan hanya untuk kami minum tapi juga untuk menyelamatkan pertanian,” ujar Jito dengan penuh harap.

Ironisnya, meski kekeringan belum berakhir, hujan yang turun justru memicu bencana lain seperti angin kencang dan banjir di sejumlah daerah. Bencana alam ini memperparah situasi warga, menambah daftar masalah yang harus dihadapi selama masa krisis.

Warga Desa Gador dan desa-desa lain di Trenggalek berharap musim hujan segera datang dengan curah yang cukup agar krisis air bersih ini cepat teratasi.

“Semoga hujan terus turun dengan cukup deras untuk memenuhi sumur kami,” pungkas Jito.(CIA)

 

Views: 6