DPRD Trenggalek Turun Tangan Mediasi Tuntutan Warga Terdampak Pembangunan Jembatan Nglembu

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Sejumlah warga yang terdampak pembangunan Jembatan Nglembu di Desa Bendorejo, Pogalan, Trenggalek, gruduk kantor DPRD Trenggalek. Mereka meminta bantuan atas tuntutan kerugian yang dialaminya. Warga berharap DPRD dapat memperjuangkan kompensasi yang layak atas dampak sosial dan ekonomi alami akibat proyek tersebut.

Ketua Komisi 3 DPRD Trenggalek, Pranoto, menyatakan bahwa warga yang tinggal di sekitar proyek jembatan tersebut telah menyampaikan berbagai keluhan terkait dampak pembangunan.

“Terkait dampak ekonomi, kami yakin usaha warga yang berada di sekitar jembatan sangat terdampak. Akses yang sulit membuat usaha mereka sepi, padahal sebelumnya ramai,” jelas Pranoto.

Pranoto juga menyoroti dampak sosial yang dialami warga. Diantaranya kondisi rumah-rumah mereka yang sekarang posisinya berada di lebih rendah dari jalan dan jembatan.

“Karena kondisi jalan depan rumah yang sebelumnya sejajar, kini menjadi jauh lebih tinggi. Ini tentu mengubah seluruh lingkungan mereka,” ujarnya.

Pranoto menegaskan jika Komisi 3 DPRD Trenggalek, telah menampung semua aspirasi warga dan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk stakeholder mitra Komisi 3.

“Kami akan mengakomodir persoalan ini sepanjang dapat dicover oleh pemerintah dan sesuai dengan APBD, serta tidak bertentangan dengan aturan,” tambahnya.

Meskipun proyek ini merupakan proyek nasional yang didanai APBN, Pranoto menegaskan bahwa yang menjadi perhatian utama adalah dampak dari pembangunan tersebut terhadap warga.

“Dampak sosial seperti debu, suara bising, dan gangguan akses ke rumah warga adalah hal yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sejauh ini, sudah ada komunikasi antara pihak Dinas PUPR, BPJN, dan pengusaha terkait kompensasi dampak ekonomi bagi warga, namun jumlah yang ditawarkan sebesar Rp1.500.000 per KK dinilai tidak sebanding dengan dampak yang dirasakan.

“Warga menuntut kompensasi senilai Rp20.000.000 per KK untuk enam rumah yang paling terdampak,” jelas Pranoto.

Namun, Pranoto juga mengingatkan warga untuk tidak menghalangi proses pembangunan jembatan tersebut. Namun, dampak yang dirasakan warga juga harus mendapat perhatian dan solusi yang tepat.

“Jembatan ini dibangun untuk kebutuhan negara dan masyarakat luas, jadi kita harus mendukungnya,” pungkasnya.(CIA)

 

Views: 3