Mahasiswa ITB AD Jakarta Bantu Tingkatkan Pendapatan Petani Bawang Merah di Desa Fatuteta, NTT

oleh
oleh
Petani Bawang Memetik Hasil

Fatuteta, NTT, bioztv.id – Perwakilan mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Jakarta sukses membantu meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Fatuteta, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), Mahasiwa berfokus pada program usaha budi daya bawang merah.

Menurut Selvi Margahritha Baitanu, mahasiswa ITB AD Jakarta yang menjadi inisiator proyek ini, dia menyatakan, dengan fokus peningkatan pendapatan masayarakat desa melalui usaha budidaya bawang merah, diyakini mampu mengubah pemandangan ekonomi lokal secara signifikan.

“Kami melihat potensi besar dalam budidaya bawang merah di Desa Fatuteta. Namun, kami juga menyadari bahwa masyarakat di sini menghadapi sejumlah kendala yang perlu diatasi.”Ungkap Selvi.

Sementara itu Kepala Desa Fatuteta, Obetnego E Otpah, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh petani di wilayah tersebut.

“Keterbatasan modal, sumber air yang tidak mencukupi, kurangnya alat yang mendukung, dan proses pemasaran yang kurang efisien, menjadi masalah utama yang dihadapi oleh kelompok tani di sini,” ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim mahasiswa ITB AD menawarkan beberapa solusi. Pasalnya, proyek ini tidak hanya sekadar mengidentifikasi masalah, tetapi juga menawarkan solusi konkret. Mulai dari pendampingan dan pelatihan. Pemberian bantuan modal. Penyediaan alat dan bahan, serta solusi pemasaran online

“Kami bekerja sama dengan pemerintah desa untuk mengatasi masalah modal dengan mengalokasikan dana dari Anggaran Belanja Desa (ABDes). Selain itu, kami juga memperbaiki infrastruktur dengan pengadaan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan akan air,” jelas Selvi.

“Tidak hanya itu, kami juga memberikan pelatihan dan mengadakan pengadaan alat modern seperti hand traktor untuk meningkatkan efisiensi dalam bertani. Dan yang paling penting, kami mendorong pemasaran secara online untuk menghilangkan ketergantungan pada tengkulak,” tambahnya.

Selama diseriusi, program yang diinisiasi Selvi ini terbukti mampu memberikan dampak Positif yang Luas. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, inisiatif ini juga memiliki dampak yang signifikan bagi institusi pendidikan dan mahasiswa yang terlibat.

“Ini bukan hanya tentang meningkatkan pendapatan, tetapi juga tentang memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, mengembangkan keterampilan sosial, dan memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat,” ungkap Selvi.

Bagi Masyarakat, program ini terbukti mampu Meningkatnya pendapatan, Pengetahuan dan keterampilan baru, serta Akses ke pasar yang lebih luas. Bagi Institusi, progrem ini menjadi Implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi, dan terciptanya jalinan Hubungan yang lebih baik dengan masyarakat. Bagi Mahasiswa, program ini mampu memberikan Pengalaman praktis, Pengembangan soft skills, dan terciptanya Kesadaran sosial yang lebih tinggi

“Program ini terbukti mampu memberikan manfaat bagi berbagai pihak, termasuk masyarakat, institusi, dan mahasiswa,” Tegas Selvi.

Sementara itu, sesuai hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil budidaya bawang merah di Desa Fatuteta. Program MBKM terbukti telah memberikan solusi efektif untuk mengatasi kendala yang dihadapi masyarakat Desa Fatuteta dalam mengembangkan usaha budi daya bawang merah.

“Kami melihat peningkatan yang luar biasa dalam hasil panen, dan ini membawa dampak positif langsung bagi ekonomi lokal,” kata Selvi dengan bangga.

Selvi juga menambahkan, meskipun telah ada kemajuan yang besar, namun masih ada tantangan yang harus diatasi. Petani perlu memperhatikan jadwal tanam yang tepat dan meningkatkan kerja sama dalam pemasaran. Penggunaan teknologi juga perlu ditingkatkan untuk mempermudah akses pasar.

“Pemerintah dan lembaga terkait perlu memberikan dukungan berkelanjutan kepada masyarakat Desa Fatuteta untuk mengembangkan usaha budi daya bawang merah,” Ujar Selvi.

Sementara itu masyarakat perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budi daya bawang merah dan pemasaran online.

“Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya menjadi kisah sukses dalam peningkatan ekonomi lokal melalui pertanian, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan yang positif dan berkelanjutan” Pungkas Selvi.(AZW)

Views: 6