TRENGGALEK, bioztv.id – Tanggapi imbauan Kesbangpol Jawa Timur, Wakil Ketua DPRD trenggalek nyatakan penolakan terhadap wacana pembongkaran Tugu Pencak Silat. Pasalnya, bangunan Tugu itu merupakan hasil gotong royong ribuan masyarakat. Bahkan mereka harus mengumpulkan anggaran sedikit demi sedikit untuk membangun tugu itu.
Berdasarkan keterangan Wakil Ketua DPRD Trenggalek, munculnya imbauan pembongkaran tugu pencak silat di Jawa Timur itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kesbangpol Jatim, Aparat san sejumlah pimpinan perguruan silat. Namun, namanya imbauan juga harus kembali ke daerah masing masing yang diimbau. Artinya, hars dilakukan penyesuaian dengan daerah masing masing.
Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi menyampaikan, Pihaknya menyatakan penolakan terhadap pembongkaran Tugu Silat. Namun jika harus diganti menjadi tugu yang lain, seperti halnya Tugu pancasila, pemerintah juga harus hadir. Karena pemerintah juga harus turut merasakan suasana kebatinan masyarakat. Untuk penyelesaiannya imbauan ini, pihaknya meminta agar antar pihak duduk bersama dengan kepala dingin, dan tidak ada emosi maupun menang menangan.
Doding juga menambahkan, terkait Tugu Pencak Silat yang diindikasikan menjadi pemicu konflik antar perguruan, pihaknya menilai masih ada hal lain yang turut menjadi pemicu. Salah satu pemicu utama konflik menurutnya adalah media sosial. Jika tidak ingin terjadi konflik antar perguruan, Pemerintah juga ahrus hadir untuk memantau medsos. Sedangkan pemicu konflik yang kedua adalah konvoi. Sehingga mereka harus benar benar dijaga, atau dilakukan pelarangan konvoi perguruan silat. Sedangkan potensi konflik dari Tugu dinilai menjadi pemicu yang ketiga. Yakni akibat adanya provokasi dari oknum yang melempar cat ke tugu, dan lain sebagainya.
Views: 70
















