TRENGGALEK, bioztv.id – Salah satu ungsur pimpinan DPRD Kabupaten Trenggalek menilai proses pengisian kekosongan jabatan masih berorientasi pada politik. Akibatnya, seperti yang terjadi pada pengisian Plt Dinas pendidikan pemuda & olahraga, setelah seminggu diisi, Plt Dindkpora justru mengundurkan diri dari jabatannya.
Mundurnya pelaksana tugas (Plt) Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Dindikpora) Kabupaten Trenggalek ditanggapi serius anggota DPRD Trenggalek. Pasalnya, di instansi tersebut berulang kali terjadi pengunduran diri Plt. Sedikitnya sudah ada dua pejabat Plt Dindikpora yang mengundurkan diri, sedangkan yang terbaru, pejabat tersebut mengundurkan diri pasca seminggu ditunjuk oleh bupati sebagai Plt Dindikpora.
Salah satu ungsur pimpinan DPRD Trenggalek, M Hadi menyampaikan, pada proses pengisian kekosongan jabatan ini pihaknya menilai bahwa Bupati tidak serius, dan masih beroientasi pada kepentingan politik. Pasalnya, mundurnya pejabat dari jabatannya ini tidak hanya terjadi di Dindikpora, namun juga pernah terjadi di instansi lain, seperti halnya RSUD Dr.Soedomo pada beebrapa waktu lalu.
Lebih lanjut M Hadi juga menambahkan, Mengingat Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (DIndikpora) merupakan salah satu mitra komisi 4 DPRD Trenggalek, pihaknya meminta agar pengisian Plt ataupun Kepala Dindikpora tidak hanya sebagai kelinci percobaan yg penetapanya sarat dengan muatan politis, bukan berdasar profesionalisme, sehingga konsep reformasi birokrasi tidak berjalan sesuai harapan awal yang digembor gemborkan.
Views: 1

















