TRENGGALEK, bioztv.id – Tradisi perayaan hari raya Ketupat pada H+8 Lebaran masih menjadi tradisi yang terus dilestarikan oleh warga Trenggalek, khususnya warga yang berada di daerah lahirnya tradisi ketupat tersebut di gelar, yaitu di Kecamatan Durenan. Pertunjukan kesenian dan hiburan, juga turut menambah kemeriahannya.
Seperti inilah suasana lebaran ketupan, atau Kupatan yang digelar di daerah asalnya. Beberapa kegatan yang digelar untuk melestarikan tradisi kupatan ini antara lain, arak arakan kirap tumpeng ketupat dan berebut tumpeng ketupat raksasa, dan pertunjukan aneka kesenian tradisional maupun kesenian religi. Perayaan ini merupakan bentuk rasa syukur warga, setelah enam hari melaksanakan puasa sunnah syawal. Yang tak kalah menarik dalam kegiatan ini adalah para pengunujung juga bisa menikmati pesta ketupat gratis yang disediakan di masing-masing rumah warga.
Pengasuh Pondok Pesantren Babul Ulum, Durenan, KH Abdul Fattah Mu’in, mengatakan, pada perayaan hari raya ketupat ini, warga dari berbagai penjuru daerah berkumpul di juga warga dari berbagai kota tetangga yang memilih berlebaran ke durenan pada saat kupatan,
Perlu diketahui bahwa, sebelum perayaan hari raya ketupat ini digelar, selama enam hari sebelumnya, sebagian warga yang ada di Desa DUrenan Kecamatan DUrenan tidak menggelar open house seperti warga lainnya, namun mereka baru menggelar Open house pada H+8 Lebaran, yaitu pada hari raya ketupat.
Views: 1
















