TRENGGALEK, bioztv.id – Bapemperda DPRD Kabupaten Trenggalek tekankan efektifitas dan kesesuain rencana pemerintah daerah dalam mengusulkan Ranperda baru, agar perda yang dihasilkan bisa sesuai kebutuhan di lapangan, terlebih untuk membuat satu perda saja, bisa membutuhkan anggaran hingga ratusan juta.
Berdasarkan keterangan salah satu anggota Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Trenggalek, untuk membuat Perda memang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, yaitu antara 50 hingga 100 jutaan. Anggaran tersebut digunakan untuk pembiayaan tenaga ahli hingga penyusunan naskah akademik yang menceritakan bahwa suatu permasalahan yang ada bisa dipecahkan dengan ranperda yang diusulkan tersebut.
Lebih lanjut salah satu anggota Bapemperda DPRD Trenggalek Mohamad Husni Tahir Hamid menerangkan, idealnya proses pembahasan ranperda hingga menjadi Perda membutuhkan waktu satu tahun, jika ada Perda yang pembahasannya justru selesai hanya sekkitar 3 bulanan, prosesnya patut dipertanyakan.
Husni juga menambahkan, untuk proses pengkajian dalam proses pembuatan Perda tidak hanya satu atau dua kali saja dilakukan, namun haras dilakukan pengkajian yang mendalam, agar bisa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sebenarnya dilapangan, serta tidak berbenturan dengan paraturan diatasnya.
Views: 0

















