TRENGGALEK, bioztv.id – Askab PSSI Trenggalek mulai mengambil langkah konkret setelah polemik pengelolaan data pemain dalam aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) yang melibatkan SSB Shrimp Army mencuat ke publik. Setelah Admin Askab menyampaikan permintaan maaf, kini Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, memastikan organisasinya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk membenahi tata kelola administrasi dan pembinaan sepak bola di Trenggalek.
Puguh menilai polemik tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh jajaran pengurus. Karena itu, Askab akan memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki sistem organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola di Kabupaten Trenggalek.
“Langkah pertama, kami akan mengevaluasi internal organisasi. Setelah itu kami mengundang seluruh pengurus Askab untuk berkoordinasi. Berikutnya kami mengumpulkan seluruh klub anggota beserta para stakeholder sepak bola untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi kemajuan sepak bola Kabupaten Trenggalek,” ujar Puguh Purnomo.
Puguh menegaskan evaluasi tersebut tidak hanya membahas sengketa dengan Shrimp Army. Askab juga akan mengulas kinerja seluruh bidang agar organisasi berjalan lebih profesional.
“Polemik kemarin memberi kami banyak catatan penting, termasuk untuk membenahi internal Askab. Kami akan mengevaluasi seluruh bidang agar organisasi ini semakin profesional,” tegasnya.
Askab Gelar Rapat Internal dan Tampung Masukan Klub
Dalam pekan ini, Askab PSSI Trenggalek akan menggelar rapat internal sebelum mengundang seluruh klub anggota.
Melalui forum tersebut, Askab ingin membuka ruang dialog agar seluruh klub menyampaikan kritik, saran, dan masukan sebagai bahan pembenahan organisasi.
“Kami ingin mendengar langsung seluruh keluhan dan masukan dari klub-klub. Semua kritik akan menjadi modal penting untuk memperbaiki organisasi sekaligus meningkatkan prestasi sepak bola Trenggalek,” kata Puguh.
Selain mengevaluasi sistem kerja, Askab juga akan membahas reposisi kepengurusan. Langkah itu perlu dilakukan setelah salah satu pengurus, Nur Efendi, meninggal dunia sehingga organisasi harus mengisi posisi yang kosong.
Baru Enam Klub Mengelola SIAP Secara Mandiri
Dalam kesempatan yang sama, Puguh mengungkapkan bahwa baru enam klub di Trenggalek yang mampu mengoperasikan aplikasi SIAP secara mandiri.
Padahal, PSSI telah menjadikan aplikasi tersebut sebagai bagian dari sistem administrasi nasional sekaligus syarat wajib bagi klub yang ingin mengikuti kompetisi resmi.
“Dari sekitar 32 klub anggota Askab, baru enam klub yang benar-benar mampu mengelola aplikasi SIAP secara mandiri. Ke depan kami akan memperbanyak pendampingan dan pelatihan agar seluruh klub siap menggunakan aplikasi sebelum kompetisi dimulai,” jelas Puguh.
Ia berharap seluruh klub segera memahami sistem administrasi digital tersebut sehingga kesalahan administrasi maupun miskomunikasi tidak kembali terjadi.
Puguh menegaskan seluruh langkah evaluasi itu bertujuan mengembalikan fokus organisasi kepada pembinaan atlet dan peningkatan prestasi sepak bola Trenggalek.
“Tujuan utama kami bukan hanya menyelesaikan polemik yang terjadi hari ini, tetapi juga memperbaiki pondasi organisasi agar sepak bola Trenggalek berkembang lebih sehat dan berprestasi,” pungkasnya.
Sengketa SIAP Berawal dari Hilangnya Data Pemain
Polemik ini bermula ketika manajemen SSB Shrimp Army memprotes hilangnya sejumlah data pemain dari aplikasi SIAP. Masalah administrasi tersebut membuat tim gagal memenuhi persyaratan mengikuti Piala Soeratin U-15 2026.
Wakil Sekretaris sekaligus Admin Askab PSSI Trenggalek, Bima Wahyu Romadoni, kemudian mengakui bahwa dirinya mengubah data dan mencabut status sejumlah pemain dari akun SIAP milik Shrimp Army dengan menggunakan akses admin tingkat kabupaten.
Bima mengakui tindakan tersebut sebagai kesalahan pribadi. Ia juga mendatangi markas Shrimp Army untuk meminta maaf secara langsung serta berjanji Askab tidak lagi mencampuri pengelolaan akun SIAP milik klub.
Di sisi lain, manajemen Shrimp Army menerima permintaan maaf tersebut secara personal. Meski demikian, mereka tetap menunggu sikap resmi Askab PSSI Trenggalek dalam bentuk keputusan organisasi sekaligus hasil evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola administrasi sepak bola di Trenggalek.(CIA)
Views: 8

















