TRENGGALEK, bioztv.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pemerintah rancang untuk menggerakkan sektor pangan lokal ternyata belum menjangkau semua pelaku usaha. Di Kabupaten Trenggalek, para peternak kambing mengaku belum merasakan dampak ekonomi dari program nasional tersebut.
Bagus Fatkurohman (34), peternak kambing dan domba asal Trenggalek, berharap pemerintah segera melibatkan komoditas kambing dalam rantai pasok MBG.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya menggunakan daging sapi dalam menu MBG, tetapi juga daging kambing. Dengan begitu, peternak kambing di Trenggalek bisa ikut merasakan manfaat program ini,” ujar Bagus.
Belum Terserap dalam Rantai Pasok MBG
Bagus menilai pemerintah belum melibatkan peternak kambing lokal sebagai pemasok bahan pangan untuk program MBG. Minimnya pelibatan ini membuat peluang pasar yang besar belum dimanfaatkan secara optimal.
“Sampai sekarang, saya belum melihat ada peternak yang memasok daging atau karkas kambing untuk kebutuhan MBG,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan peternak kambing belum mendapatkan kesempatan yang setara dalam memanfaatkan program strategis nasional tersebut.
Produksi Tinggi, Penjualan Lesu
Di sisi lain, peternak menghadapi tekanan pasar. Mereka menghasilkan ternak dalam jumlah besar, tetapi kesulitan menjualnya karena permintaan masih rendah dan harga belum stabil.
“Kami memproduksi banyak, tapi menjualnya susah. Harga di tingkat peternak juga belum stabil,” keluh Bagus.
Ia meyakini, jika pemerintah memasukkan daging kambing ke dalam menu MBG, kebijakan itu akan langsung meningkatkan permintaan sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.
Dampak Besar bagi Peternak Kecil
Menurut Bagus, mayoritas peternak kambing berasal dari kalangan masyarakat menengah ke bawah. Skala usaha mereka relatif kecil dibanding peternak sapi, sehingga sangat bergantung pada stabilitas pasar.
“Masyarakat kecil lebih banyak beternak kambing. Kalau MBG melibatkan komoditas ini, dampaknya akan langsung terasa bagi mereka,” ungkapnya.
Dorong Kolaborasi dengan Pemerintah
Para peternak mendesak pemerintah membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha kambing lokal, baik untuk penyediaan daging segar maupun pengolahan karkas.
Bagus menegaskan, kehadiran daging kambing dalam menu MBG bukan sekadar menambah variasi pangan, tetapi juga menjadi solusi konkret untuk menggerakkan ekonomi peternak.
“Kalau kambing masuk ke MBG, kami yakin harga karkas akan lebih stabil dan ekonomi peternak kecil bisa terbantu,” pungkasnya.
Dengan populasi ternak yang besar di Trenggalek, pelibatan komoditas kambing dalam program MBG berpotensi memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di tingkat desa.(CIA)
Views: 4
















