Kuota Balik Gratis Trenggalek 2026 Ludes, Antusias Warga Membludak Sejak  Menjelang Lebaran

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menghadapi lonjakan minat masyarakat terhadap program balik gratis pasca Lebaran 2026. Warga langsung menghabiskan seluruh kuota yang tersedia, bahkan pemerintah menambah kursi untuk mengakomodasi membludaknya pendaftar.

Program yang awalnya menyediakan 350 kursi kini menampung 385 penumpang. Lonjakan ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi murah dan aman.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Trenggalek, Budi Supriyanto, menyebut antusiasme warga sudah terlihat sejak awal pendaftaran dibuka.

“Alhamdulillah sampai hari ini kuota sudah habis. Karena antusias masyarakat sangat tinggi, kami menambah kuota dari 350 menjadi 385 penumpang,” ujarnya.

Dishub Tambah Kapasitas Tanpa Armada Baru

Dinas Perhubungan tidak menambah jumlah bus, melainkan mengoptimalkan kapasitas armada yang ada.

Dishub tetap mengoperasikan tujuh unit bus, namun menambah jumlah kursi di setiap armada.

“Armada tetap tujuh unit, tapi kami menambah kapasitas tempat duduk dari 50 menjadi 55 kursi per bus,” jelas Budi.

Peserta Wajib Verifikasi Sebelum Berangkat

Panitia menjadwalkan keberangkatan program balik gratis pada 24 Maret 2026. Seluruh peserta wajib berkumpul di Pasar Pon Trenggalek pukul 08.00 WIB sebelum berangkat serentak menuju Surabaya.

Sementara itu, panitia membuka proses verifikasi peserta sehari sebelumnya di kantor Dinas Perhubungan.

“Kami membuka verifikasi pada 23 Maret pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Peserta cukup membawa KTP dan KK tanpa persyaratan tambahan,” tambahnya.

Rute Langsung Menuju Surabaya

Bus akan berangkat dari Pasar Pon Trenggalek, melintasi Tulungagung, dan berakhir di Terminal Bungurasih Surabaya.

Melalui rute ini, pemerintah ingin memudahkan masyarakat kembali ke perantauan dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya.

Bukti Tingginya Kebutuhan Transportasi Murah

Warga memenuhi kuota bahkan sebelum hari keberangkatan. Kondisi ini menegaskan bahwa masyarakat sangat membutuhkan layanan transportasi terjangkau, terutama bagi pekerja dan perantau.

Pemerintah daerah berharap dapat terus melanjutkan program ini pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.(CIA)

Views: 28