Gejolak Iran–AS Memanas, 35 Pekerja Migran Asal Trenggalek Masih Bertahan di Timur Tengah

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Pemkab membuka layanan hotline pengaduan darurat untuk melindungi warga Trenggalek yang berada di kawasan Timur Tengah.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menginstruksikan langkah ini agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan cepat jika warganya menghadapi situasi darurat di wilayah konflik.

Pemkab Lindungi PMI, Pelajar, dan Wisatawan

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek, Cristina Ambarwati, menegaskan bahwa layanan hotline tersebut tidak hanya ditujukan bagi pekerja migran.

“Pak Bupati memerintahkan kami membuka hotline khusus bagi seluruh warga Trenggalek di negara-negara Timur Tengah yang terdampak konflik, baik Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar, maupun wisatawan,” ujar Cristina.

Pemkab Trenggalek menyediakan nomor layanan cepat bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat, bantuan hukum, maupun pengurusan dokumen resmi. Hotline Pemkab Trenggalek: 082 233 343 800

Data Resmi: 35 PMI Trenggalek di Timur Tengah

Berdasarkan sistem SISKO-P2MI milik Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, tercatat 35 warga Trenggalek bekerja secara resmi di kawasan Timur Tengah.

Namun Cristina mengingatkan bahwa jumlah sebenarnya bisa lebih banyak karena tidak semua warga tercatat dalam sistem resmi.

“Data 35 orang itu hanya mereka yang tercatat secara resmi. Bisa saja ada warga yang berangkat secara mandiri, ilegal, atau overstay sehingga tidak terpantau sistem,” jelasnya.

Berikut sebaran PMI asal Trenggalek di Timur Tengah:

  • Arab Saudi : 16 orang
  • Qatar : 7 orang
  • Uni Emirat Arab : 5 orang
  • Kuwait : 4 orang
  • Bahrain : 2 orang
  • Irak : 1 orang

Hingga kini Pemkab Trenggalek belum menemukan data resmi warga Trenggalek yang tinggal di Suriah, Yordania, maupun Lebanon.

Pemkab Pastikan Belum Ada Laporan Darurat

Meski ketegangan politik di kawasan Timur Tengah terus meningkat, Pemkab Trenggalek memastikan hingga saat ini seluruh warga asal daerah tersebut masih dalam kondisi aman.

“Sampai hari ini kami belum menerima laporan permintaan pertolongan. Namun kami tetap bersiaga jika situasi memburuk,” tegas Cristina.

Daftar Hotline KBRI di Timur Tengah

Selain menghubungi Pemkab Trenggalek, warga juga dapat menghubungi nomor darurat perwakilan Indonesia di masing-masing negara:

  • Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh : +966 569173990
  • Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah : +966 503609667
  • Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha : +974 33322875
  • Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuwait City : +965 97206060
  • Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi : +971 566156259
  • Konsulat Jenderal Republik Indonesia Dubai : +971 564170333

Pemkab Trenggalek berharap situasi geopolitik di Timur Tengah segera mereda. Pemerintah daerah juga mengimbau keluarga di Trenggalek untuk aktif memantau kondisi kerabatnya di luar negeri dan segera melapor jika membutuhkan bantuan.(CIA)

Views: 18