TRENGGALEK, bioztv.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan di Kabupaten Trenggalek. Kali ini, wali murid dari lembaga pendidikan setara TK, BA Aisyiyah Gemaharjo di Kecamatan Watulimo, serta wali murid SMP Negeri 3 Watulimo menyampaikan keluhan terkait menu buah dalam paket makanan siswa.
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watuagung yang dikelola Yayasan Gunung Camar Gumelar mengirimkan paket makanan tersebut ke sekolah. Namun sejumlah buah belimbing dalam paket makanan itu masih mentah sehingga para wali murid menilai buah tersebut belum layak dikonsumsi anak-anak.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebut saja Ais, mengatakan sebagian besar buah yang diterima sekolah masih berwarna hijau dan belum matang.
“Hari ini kami menerima menu MBG yang buah belimbingnya banyak yang masih muda. Sekitar separuh lebih dari kiriman itu masih mentah,” ujarnya.
Lebih dari 50 Buah Diduga Belum Matang
Ais menjelaskan pihak sekolah menerima 86 porsi paket makanan pada hari tersebut. Dari jumlah itu, ia memperkirakan lebih dari 50 buah belimbing belum siap dimakan.
“Yang masih hijau dan kecil-kecil kira-kira ada 50-an lebih. Jadi memang cukup banyak,” katanya.
Ia menambahkan para wali murid sebenarnya memahami bahwa menyiapkan makanan dalam jumlah besar bukan perkara mudah. Namun mereka berharap pengelola dapur lebih teliti saat menyortir bahan makanan, terutama karena anak usia dini mengonsumsi makanan tersebut.
“Ini bukan berarti kami tidak bersyukur. Kami hanya berharap lebih berhati-hati, apalagi untuk anak-anak TK yang belum tahu apakah makanan itu layak dimakan atau tidak,” tambahnya.
Kekhawatiran Kesehatan Anak
Beberapa wali murid juga menerima informasi bahwa kejadian serupa tidak hanya terjadi di BA Aisyiyah Gemaharjo. Beberapa lembaga pendidikan lain yang menerima distribusi dari dapur yang sama juga mengalami hal serupa.
Salah satunya SMP Negeri 3 Watulimo yang juga menerima buah belimbing mentah. Selain itu, wali murid menyebut kondisi jagung dalam menu makanan diduga sudah basi.
“Rekan kami wali murid di sekolah lain juga menerima menu yang sama, yaitu buah belimbing mentah,” katanya.
Sebagian sekolah memilih mengembalikan buah belimbing tersebut karena khawatir dapat memicu gangguan pencernaan pada siswa. Namun pihak BA Aisyiyah Gemaharjo tetap membagikan paket makanan sambil mengingatkan siswa agar tidak memakan buah yang masih mentah.
“Sejumlah wali murid di sekolah lain juga khawatir kalau dimakan anak-anak bisa sakit perut,” ungkapnya.
SPPG Minta Maaf Tanpa Janji Penggantian
Menanggapi keluhan tersebut, pihak dapur penyedia menyampaikan permintaan maaf melalui pesan WhatsApp yang kemudian beredar di kalangan wali murid dan pihak sekolah.
Namun hingga saat ini pengelola dapur belum memastikan apakah mereka akan mengganti buah mentah tersebut dengan menu lain yang lebih layak.
“Mereka hanya meminta maaf karena terjadi keteledoran saat penyortiran. Tapi belum ada keterangan apakah buahnya akan diganti,” ujarnya.
Para wali murid berharap pengelola dapur menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi agar kualitas makanan dalam program MBG tetap terjaga.
“Kami paham menyiapkan makanan untuk banyak anak tidak mudah. Tapi setidaknya ketika membeli atau menyiapkan bahan makanan, bisa dipastikan dulu apakah layak dikonsumsi atau tidak,” kata Ais.
Pernah Muncul Keluhan Menu Lain
Keluhan terkait menu MBG di sekolah tersebut juga pernah muncul sebelumnya. Saat itu wali murid mempertanyakan kualitas roti yang diberikan kepada siswa TK.
Beberapa orang tua menilai warna roti terlalu mencolok dan diduga menggunakan pewarna yang tidak lazim digunakan pada makanan anak-anak.
“Biasanya pewarna alami tidak terlalu mencolok, tapi waktu itu warnanya sangat terang sehingga wali murid sempat curiga,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Trenggalek, Neo Ordikla, belum memberikan tanggapan. Meski wartawan telah berupaya meminta konfirmasi terkait dugaan menu makanan tersebut, yang bersangkutan belum merespons permintaan klarifikasi. (CIA)
Views: 187

















