Dampak Geopolitik, Mas Ipin Buka Hotline Pengaduan Untuk Ratusan Warga Trenggalek di Timur Tengah

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Menanggapi situasi geopolitik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek segera mengambil langkah antisipatif. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, menginstruksikan jajarannya untuk mendata seluruh warga Trenggalek yang saat ini berada di wilayah konflik tersebut.

Melalui langkah ini, Pemkab ingin memastikan keselamatan warga yang berada di luar negeri, baik yang bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan ibadah, jika sewaktu-waktu situasi keamanan memburuk.

Waspada Gangguan Penerbangan dan Keamanan Regional

Mas Ipin menekankan bahwa meskipun kota suci seperti Mekkah dan Madinah relatif aman untuk beribadah, konflik regional tetap dapat mengganggu sistem transportasi udara.

Ia bahkan menceritakan pengalaman pribadinya ketika maskapai membatalkan penerbangannya secara mendadak karena kondisi keamanan.

“Saya sendiri kemarin mengalami penerbangan yang kena cancel dan refund karena kondisi keamanan. Jadi meski ibadah aman, transportasi bisa saja terganggu,” ungkap Mas Ipin.

Pemkab Trenggalek juga mencatat keberadaan warganya di beberapa negara, mulai dari Dubai, Oman, hingga wilayah sensitif seperti Iran dan Israel.

“Kita harus memastikan apakah mereka di sana untuk bekerja, kuliah, atau ibadah, termasuk kemungkinan ada mahasiswa kita di Iran,” tambahnya.

Buka Hotline Pengaduan: Segera Lapor Keluarga Anda!

Untuk mempercepat koordinasi, Pemkab Trenggalek membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga di Timur Tengah. Warga dapat melaporkan informasi melalui nomor berikut:

Hotline Pengaduan: 082 233 343 800

Pemkab meminta masyarakat menyampaikan data rinci, seperti nama, nomor paspor, serta lokasi keberadaan keluarga di luar negeri. Data tersebut akan membantu Pemkab berkoordinasi dengan kedutaan besar atau perwakilan pemerintah Indonesia di negara tujuan.

“Silakan hubungi nomor tersebut. Kami akan membantu mengomunikasikan langkah-langkah selanjutnya dengan pihak terkait,” imbau Bupati.

Koordinasi Lintas Lembaga dan Update Data Terkini

Mas Ipin juga memanggil Sekretaris Daerah serta dinas terkait untuk memperkuat koordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Pemerintah daerah memfokuskan langkah ini untuk memantau travel warning dan membangun jalur komunikasi dengan kedutaan.

Berdasarkan perkiraan awal, terdapat sekitar 100 hingga 150 warga Trenggalek yang berada di kawasan tersebut. Saat ini tim masih memverifikasi identitas dan status mereka.

“Data sementara sekitar 100 sampai 150 orang. Kami juga sudah mengidentifikasi salah satu warga asal Kecamatan Watulimo yang bekerja di sebuah resort di kawasan Jumeirah,” jelasnya.

Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen Pemkab Trenggalek dalam melindungi warganya di luar negeri. Pendataan tersebut menjadi kunci penting jika pemerintah perlu mengambil langkah evakuasi darurat atau memberikan bantuan logistik di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah.(CIA)

Views: 39