DPRD Buka Keuangan 2 RSUD Trenggalek: Soedomo Kantongi Silpa Rp7,5 M, Panggul Mulai Bangkit

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek memaparkan capaian pendapatan serta kondisi keuangan dua rumah sakit milik daerah pada awal tahun anggaran 2026. Berdasarkan laporan terbaru, manajemen RSUD dr. Soedomo Trenggalek menjaga stabilitas finansial, sementara RSUD Panggul mulai mencatat tren pertumbuhan positif.

Komisi IV menyampaikan paparan ini dalam evaluasi rutin pelaksanaan APBD 2026 sektor kesehatan. DPRD melakukan langkah ini untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan tetap stabil dalam melayani masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, menjelaskan bahwa manajemen RSUD dr. Soedomo menjaga kondisi keuangan tetap aman meski rumah sakit masih menanggung kewajiban utang.

“RSUD dr. Soedomo mengantongi SILPA sekitar Rp7,5 miliar lebih. Meski memiliki utang sekitar Rp12 miliar, rumah sakit juga mencatat piutang sebesar Rp8 miliar. Jika kita hitung secara neraca, kondisinya masih sangat aman,” ungkap Sukarodin.

Stok Obat Rp5 Miliar Jaga Layanan Tetap Stabil

Selain membahas neraca keuangan, Komisi IV juga menyoroti ketersediaan logistik medis. Hasil evaluasi menunjukkan manajemen RSUD dr. Soedomo menyimpan persediaan obat-obatan senilai sekitar Rp5 miliar.

“Kami mencatat persediaan obat masih ada sekitar Rp5 miliar. Angka ini relatif aman, sehingga tidak ada persoalan signifikan yang dapat mengganggu pelayanan medis,” jelas Sukarodin.

Data ini menunjukkan pengelola rumah sakit rujukan utama di Trenggalek mampu mengendalikan operasional, baik dari sisi manajemen keuangan maupun keberlanjutan pelayanan harian.

RSUD Panggul Catat Awal Positif

Di sisi lain, manajemen RSUD Panggul yang melayani wilayah pesisir selatan Trenggalek mulai mencatat peningkatan. Rumah sakit ini menargetkan pendapatan Rp10 miliar pada 2026. Hingga awal tahun, manajemen sudah merealisasikan pendapatan lebih dari Rp200 juta.

“Walaupun masih di awal tahun, RSUD Panggul sudah memperlihatkan tanda-tanda membaik. Ini merupakan sinyal positif bagi pelayanan kesehatan di wilayah selatan,” tambah Sukarodin.

DPRD berharap manajemen RSUD Panggul terus meningkatkan kualitas layanan agar pendapatan tumbuh seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat.

DPRD Kawal Akuntabilitas

Komisi IV menegaskan pentingnya evaluasi awal tahun untuk menjaga kesehatan dan akuntabilitas keuangan rumah sakit daerah. DPRD terus mengawasi pengelolaan anggaran agar manajemen rumah sakit benar-benar memaksimalkan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikelola rumah sakit benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat Trenggalek,” tegas Sukarodin.

Dengan stabilitas keuangan RSUD dr. Soedomo dan tren positif RSUD Panggul, DPRD optimistis sektor layanan kesehatan di Trenggalek dapat berjalan optimal sepanjang 2026.(CIA)

Views: 46