Wacana Perluasan MBG Sasar Lansia, Satgas MBG Trenggalek Masih Menunggu Petunjuk Pusat

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek berpeluang menyasar kelompok rentan dan lanjut usia (lansia). Sambil menunggu komando dari pemerintah pusat, Satuan Tugas (Satgas) MBG Trenggalek siap mendukung persiapan aspek teknis dan infrastruktur penunjang.

Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menegaskan bahwa Satgas tidak menemui kendala pendataan apabila pemerintah pusat resmi memasukkan lansia sebagai sasaran program.

Satgas Kantongi Data Lansia Penerima Manfaat

Saeroni memastikan Satgas memiliki data sasaran lansia yang valid jika pemerintah memberlakukan perluasan penerima manfaat MBG. Satgas memperoleh data tersebut melalui koordinasi lintas instansi di Kabupaten Trenggalek.

“Untuk data sasaran lansia secara rinci, Satgas bisa mengacu pada DTKS, data Dinas Kesehatan, hingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” ujar Saeroni.

Namun hingga kini, belum ada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang menjalankan penyaluran MBG untuk lansia. Pasalnya, belum ada petunjuk teknis remi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Saat ini program MBG di Trenggalek masih memprioritaskan ibu hamil, anak sekolah, ibu menyusui, dan balita. Untuk lansia, kami masih menunggu arahan resmi terkait waktu pelaksanaan,” jelasnya.

Trenggalek Siapkan 80 Dapur MBG

Dari sisi infrastruktur, Satgas mencatat 62 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terdaftar. Dari jumlah tersebut, 53 dapur telah beroperasi, sementara Kabupaten Trenggalek menargetkan 80 titik dapur untuk menjangkau seluruh wilayah.

Saeroni menilai penambahan jumlah dapur akan meningkatkan efektivitas distribusi sekaligus menjaga kualitas makanan.

“Dengan jumlah dapur yang lebih banyak, beban layanan tiap SPPG akan berkurang. Saat ini satu dapur melayani sekitar 3.000 penerima manfaat,” katanya.

Perluasan Sasaran Berpotensi Naikkan Jumlah Penerima

Saat ini, program MBG di Kabupaten Trenggalek menyasar sekitar 174.000 penerima manfaat. Jika pemerintah pusat resmi memasukkan lansia sebagai sasaran baru, angka tersebut dipastikan meningkat signifikan.

Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Gizi Nasional menyepakati prioritas intervensi bagi kelompok rentan, khususnya lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendiri serta penyandang disabilitas.

Dalam skema terbaru, BGN menanggung penyediaan makanan dan anggaran, sementara Kemensos menyiapkan pendamping serta sistem distribusi agar makanan sampai langsung ke rumah para lansia.(CIA)

Views: 21