TRENGGALEK, bioztv.id – Isu pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 mulai ramai diperbincangkan publik. Namun hingga awal Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menegaskan bahwa belum ada kepastian resmi dari pemerintah pusat terkait rekrutmen tersebut.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Trenggalek menyatakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) belum mengirimkan surat resmi maupun regulasi teknis tentang seleksi CPNS bagi pemerintah daerah.
“Kami belum menerima informasi resmi dari KemenPAN-RB, baik berupa surat maupun petunjuk teknis terkait rekrutmen CPNS 2026. Kondisi ini terjadi secara merata di seluruh kabupaten dan kota,” ujar Kepala BKPSDM Trenggalek, Heri Yulianto.
Krisis Guru Jadi Persoalan Paling Mendesak
Meski belum mengantongi kepastian jadwal seleksi, BKPSDM Trenggalek terus bergerak memetakan kebutuhan aparatur sipil negara. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan sektor pendidikan sebagai bidang paling terdampak akibat kekurangan pegawai.
Heri Yulianto mengungkapkan Kabupaten Trenggalek saat ini kekurangan sekitar 1.103 tenaga guru di berbagai jenjang pendidikan.
“Kekurangan tenaga pendidik menjadi persoalan paling krusial. Ribuan formasi guru yang belum terisi ini langsung memengaruhi kualitas layanan pendidikan di lapangan,” jelasnya.
Lulusan PPG Prajabatan Jadi Tumpuan Harapan
Pemerintah Kabupaten Trenggalek menargetkan pemenuhan kebutuhan guru sebagai prioritas utama apabila seleksi CPNS 2026 resmi dibuka. Selain jalur umum, BKPSDM Trenggalek juga mengandalkan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan, terutama untuk memenuhi kebutuhan guru Sekolah Dasar (SD).
“Kami berharap lulusan PPG Prajabatan dapat mengisi kekosongan guru SD. Mereka telah mengikuti pendidikan dan pelatihan langsung dari kementerian, sehingga kompetensinya terukur,” kata Heri.
Ia juga menyoroti banyaknya lulusan PPG Prajabatan yang hingga kini belum berstatus Aparatur Sipil Negara, baik sebagai PNS maupun PPPK. Padahal, sebagian dari mereka telah aktif mengajar sebagai tenaga non-ASN di sekolah-sekolah Trenggalek.
“Selama ini mereka berkontribusi besar sebagai relawan pengajar di sekolah. Ini potensi sumber daya manusia yang sangat besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal,” imbuhnya.
Siaga Jalankan Rekrutmen Begitu Ada Kepastian
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat. BKPSDM memastikan akan bergerak cepat begitu KemenPAN-RB mengeluarkan regulasi rekrutmen.
“Begitu pemerintah pusat memberikan kepastian, kami akan segera menyosialisasikannya kepada masyarakat. Prinsip kami jelas, formasi harus menyesuaikan kebutuhan riil daerah,” pungkas Heri.(CIA)
Views: 100

















