Darurat Narkoba di Trenggalek: Kasus Melonjak 33%, Remaja Kini Jadi Incaran Utama

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idKabupaten Trenggalek yang selama ini dikenal dengan suasana tenangkini mengha, dapi ancaman serius. Sepanjang tahun 2025, peredaran narkoba di wilayah ini menunjukkan tren mengkhawatirkan, terutama karena pelaku mulai menyasar remaja dan generasi muda sebagai target utama.

Data Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Trenggalek mencatat lonjakan tajam jumlah kasus narkotika. Ironisnya, banyak pelaku berusia belasan tahun yang seharusnya fokus menempuh pendidikan justru terjerumus ke dalam lingkaran hitam narkoba.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menegaskan bahwa kondisi ini menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Peningkatan kasus ini tidak sekadar angka statistik. Ancaman narkoba kini menggerus masa depan anak-anak kita. Narkoba merusak remaja dan dampaknya berlangsung jangka panjang,” tegas AKBP Ridwan Maliki.

Data Miris: Keterlibatan Remaja Melonjak 150 Persen

Polres Trenggalek juga mencatat lonjakan signifikan jumlah kasus dan tersangka narkoba sepanjang satu tahun terakhir:

  • Total pengungkapan kasus meningkat dari 56 kasus pada 2024 menjadi 84 kasus pada 2025, atau naik 33,3 persen.
  • Jumlah tersangka bertambah dari 62 orang menjadi 98 orang.
  • Kelompok usia 15–19 tahun mencatat lonjakan tertinggi, meningkat 150 persen, dari 2 orang menjadi 5 orang.
  • Kelompok usia 20–24 tahun juga mengalami kenaikan, dari 13 tersangka menjadi 21 tersangka.
  • Kelompok usia produktif 25 – 64 tahun dengan jumlah 72 orang tersangka pada 2025.

Data tersebut menunjukkan bahwa jaringan pengedar secara aktif menggeser sasaran mereka ke kelompok usia yang lebih muda.

Modus Semakin Canggih, Jaringan Luar Daerah Masuk

AKBP Ridwan Maliki menjelaskan bahwa kemajuan teknologi turut dimanfaatkan jaringan narkoba. Para pengedar kini meninggalkan metode konvensional dan beralih menggunakan media sosial serta aplikasi pesan instan untuk bertransaksi.

“Teknologi memudahkan jaringan narkoba menyamarkan aktivitas mereka. Mereka bergerak lebih cepat, menjangkau wilayah lebih luas, dan menyulitkan pendeteksian,” jelasnya.

Selain itu, masuknya jaringan dari luar daerah turut memperparah situasi. Aparat menduga kehadiran tahanan narkotika dari luar kota yang menjalani proses hukum di Trenggalek memicu terbentuknya jejaring baru melalui interaksi dengan residivis lokal.

Barang Bukti Meledak, Pil Dobel L Dominan

Aparat penegak hukum juga menemukan peningkatan tajam barang bukti narkoba sepanjang 2025:

  • Sabu meningkat dari 95,97 gram menjadi 102,7 gram.
  • Pil Dobel L melonjak drastis dari 20.168 butir menjadi 51.335 butir.

Lonjakan ini memperlihatkan bahwa peredaran narkoba telah merambah jauh ke tengah kehidupan masyarakat.

Pencegahan Jadi Kunci: Keluarga dan Sekolah Garda Terdepan

Menghadapi situasi darurat ini, Kapolres menegaskan bahwa penindakan hukum tidak dapat berjalan sendiri. Ia mengajak orang tua, guru, dan tokoh masyarakat untuk lebih peduli terhadap perubahan perilaku generasi muda.

“Pencegahan menjadi kunci utama. Keluarga dan lingkungan harus menjadi benteng pertama. Saat kita melindungi anak-anak dari narkoba, kita sedang menjaga masa depan Trenggalek,” pungkas AKBP Ridwan Maliki. (CIA)

Views: 42