Kemensos Gelontorkan Rp 957 Juta untuk Pemberdayaan Sosial di Trenggalek

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id –  Kunjungan kerja Fatma Saifullah Yusuf, Penasihat I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, ke Kabupaten Trenggalek pada Senin (23/6/2025), menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap kelompok rentan di daerah. Ini membantah anggapan ketimpangan layanan sosial di luar kota-kota besar.

Fatma datang membawa bantuan sosial senilai Rp 957 juta, yang disalurkan melalui berbagai program. Program-program ini mencakup Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), bantuan keserasian sosial, hingga pelestarian kearifan lokal.

“Kami ingin memastikan layanan sosial hadir menyentuh langsung kelompok rentan, tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga di pelosok seperti Trenggalek,” tegas Fatma Saifullah Yusuf di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Fatma Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa bantuan ATENSI senilai Rp 957 juta ini menargetkan lima klaster rentan:

  • 106 Lansia untuk kebutuhan usaha kecil, alat bantu, pemenuhan nutrisi, dan hidup layak.
  • 107 Penyandang Disabilitas untuk usaha dan alat bantu sehari-hari.
  • 1 Anak Rentan untuk kebutuhan nutrisi dan perlengkapan hidup.
  • 15 Kelompok Rentan Lainnya untuk usaha kecil dan pemenuhan hidup layak.
  • 2 Korban Bencana untuk kebutuhan pokok.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menampilkan pameran karya penyandang disabilitas, pemeriksaan kesehatan gratis untuk lansia, serta layanan terapi bagi kelompok rentan.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya berhenti pada angka dan simbolis, tetapi benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup warga Trenggalek,” jelas Fatma.

Menurut Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, kunjungan Fatma ke Trenggalek terjadi berkat peran Novita Hardini, Ketua TP PKK Trenggalek yang juga anggota DPR RI Komisi VII. Melalui inisiasinya, program pemberdayaan sosial Kemensos dapat menyentuh langsung masyarakat di kampung-kampung.

“Saya berterima kasih kepada Bu Novita, karena beliau terus memperjuangkan agar perhatian pusat bisa sampai ke Trenggalek,” ujar Mas Ipin dalam pidatonya.

Bahkan, secara daring, Fatma menyapa Rumah Terapi Bina Permata di Panggul, yang selama ini menjadi solusi layanan terapi difabel di kawasan pesisir Trenggalek.

Beberapa pemerhati sosial menilai pentingnya program pendampingan berkelanjutan setelah bantuan tersalurkan. Mereka menekankan bahwa potensi pemberdayaan seringkali terhenti hanya sebatas pemberian alat tanpa pendampingan usaha, manajemen pemasaran, dan akses pasar.

Fatma pun mengamini hal ini. “Kemensos ingin bersinergi dengan Pemda agar pemberdayaan ini berlangsung tidak hanya sementara, tetapi berkelanjutan,” tandasnya.(CIA)

 

Views: 23