MINAHASA UTARA, bioztv.id – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, alias Mas Ipin, yang menjabat sebagai Pjs Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), telah mencetak sejarah baru. Ia sukses hantarkan Musyawarah Nasional (Munas) Apkasi untuk pertama kalinya di luar Jakarta. Perhelatan akbar ini berlangsung di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat (30/5/2025).
Berlokasi di Hotel Sentra Manado, Munas VI Apkasi tahun ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, membahas isu-isu strategis, serta menegaskan komitmen terhadap otonomi daerah yang berkelanjutan. Acara ini tidak hanya berisi forum formal, tetapi juga kaya akan pesan-pesan menyentuh yang membangkitkan semangat.
Munas Apkasi: Sejarah Baru Terukir di Tanah Minahasa
Dalam pidato pembukaannya, Mas Ipin menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan Munas di luar Jakarta. Baginya, ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan langkah berani yang membuktikan bahwa kabupaten mampu menjadi tuan rumah perhelatan nasional.
“Terima kasih Minahasa Utara, Anda telah mengukir sejarah. Dari enam Munas yang pernah kita gelar, baru kali ini kita melaksanakannya di luar Jakarta. Tentu kita semua patut bersyukur. Terlebih saya pribadi bersyukur, karena tugas utama saya sebagai Pjs Ketua Apkasi adalah memastikan Munas pagi ini sukses terselenggara,” ungkap Mas Ipin, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari peserta Munas.
Mas Ipin juga menekankan bahwa Munas ini harus menjadi ruang refleksi, tempat para kepala daerah mengoreksi diri terhadap amanah rakyat yang mereka emban. “Jika ada yang merasa demokrasi kita perlu perbaikan, otonomi perlu evaluasi, mungkin kita juga harus bercermin. Siapa tahu di mata rakyat, kita para bupati belum sepenuhnya mampu mengemban amanat penderitaan rakyat,” ucap Mas Ipin dengan nada lembut namun tegas.
Sinergi Otonomi dan Kepemimpinan Nasional dalam Munas Apkasi
Mas Ipin menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat otonomi daerah dan kepemimpinan nasional. Menurutnya, daerah harus mampu mandiri, namun tetap selaras dengan visi besar negara.
“Otonomi dan presidensial harus berjalan beriringan. Kita di kabupaten tidak boleh membebani presiden dengan urusan-urusan kecil. Masalah-masalah di daerah kita selesaikan bersama melalui Apkasi, wadah kita untuk menyuarakan aspirasi sekaligus mencari solusi,” jelasnya.
Ia bahkan mengutip pidato Bung Karno tahun 1959, ‘Rediscover Our Revolution’, sebagai pengingat bahwa semangat revolusi harus terus hidup dalam pembangunan di daerah. “Dulu ada Manifesto Politik, Manipol Usdek. Intinya adalah keadilan sosial, demokrasi terpimpin, dan kepribadian bangsa. Kami di kabupaten membutuhkan kepemimpinan dan bimbingan agar bisa menunaikan amanat konstitusi,” tambah Mas Ipin.
Pesan Presiden Prabowo dan Isu Krusial Daerah di Munas Apkasi VI
Munas Apkasi VI dibuka oleh Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) AM Putranto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan salam hangat dan apresiasi dari Presiden Prabowo kepada seluruh bupati yang hadir.
“Presiden menitipkan penghargaan khusus untuk Kabupaten Minahasa Utara sebagai tuan rumah. Ini adalah wujud nyata bahwa daerah memiliki peran penting dalam pembangunan nasional,” kata Putranto.
Berbagai isu strategis menjadi pembahasan utama dalam Munas ini, mulai dari wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD, revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah, hingga pengelolaan keuangan daerah. Termasuk potensi perdagangan karbon (carbon trading) yang dinilai dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kapasitas fiskal kabupaten.
“Apkasi harus menjadi ruang advokasi, menyuarakan masalah, dan mencari jalan keluar bersama. Karena kepala daerah adalah garda terdepan pembangunan,” imbuh Kepala Staf Presiden.
Bupati Lahat Terpilih sebagai Ketua Umum Apkasi, Kabupaten Siap Tampil di Panggung Nasional
Di tengah dinamika pembahasan isu-isu strategis, Munas Apkasi VI juga mengukir babak baru dalam kepemimpinan organisasi. Bupati Lahat, Sumatera Selatan, Bursah Sarnubi, secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Apkasi Periode 2025-2030. Pemilihan ini berlangsung secara aklamasi, menunjukkan dukungan penuh dari para bupati.
Mas Ipin menegaskan, keberhasilan Munas ini, termasuk pemilihan ketua umum yang baru, menunjukkan bahwa kabupaten bukan sekadar pelengkap dalam struktur pemerintahan, melainkan aktor penting yang siap tampil di panggung nasional.
“Munas di Minahasa ini membuktikan bahwa kabupaten juga layak menggelar acara-acara besar berskala nasional. Ini bukan soal lokasi, tapi tentang kepercayaan dan kapasitas,” tegas Mas Ipin.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam forum tersebut, antara lain Kepala Staf Kepresidenan, Wakil Menteri Desa, Dirjen Otonomi Daerah, Gubernur Sulawesi Utara, hingga para bupati se-Indonesia. Bahkan Prof. Ilyas Rasyid, tokoh senior otonomi daerah, turut memberikan pandangan berharga.
Munas Apkasi: Perhelatan yang Menyentuh Hati
Munas Apkasi VI di Minahasa tidak hanya menjadi forum resmi, melainkan momentum refleksi, silaturahmi, dan konsolidasi kekuatan pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia.
Di akhir pidatonya, Mas Ipin menyampaikan pesan sederhana namun menyentuh. Ia mengajak semua kepala daerah untuk lebih sering bersahabat, mempererat kolaborasi, dan menjadikan Apkasi sebagai rumah besar untuk menyuarakan kebaikan.
“Mari kita jadikan Apkasi ini sebagai rumah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” pungkasnya.(CIA)
Views: 80

















