TRENGGALEK, bioztv.id – Ratusan warga Desa Dawuhan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, menghadapi ancaman tanah longsor. Fenomena tanah bergerak terus menghantui mereka. Bukit diatas permukiman warga retak dan amblas hampir 2 meter. Kondisi ini memaksa lebih dari 100 kepala keluarga (KK) mengungsi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah mereka.
Pantauan di lokasi menunjukkan retakan besar membentang jelas di pekarangan hingga lahan pertanian warga. Kondisi paling parah terjadi di RT 15 dan RT 16, di mana tanah milik warga ambles di beberapa titik. Situasi ini menjadi sangat genting karena area tanah bergerak berada di bukit tepat di atas permukiman warga. Kondisi ini mengancam keselamatan warga jika longsor terjadi.
“Retakan ini sudah lama, tapi amblesnya baru kemarin, 22 Mei. Kondisinya semakin memburuk,” ungkap Kepala Desa Dawuhan, Kasanudin.
Menurut Kasanudin, lima rukun tetangga (RT) kini masuk zona merah tanah longsor. Selain RT 15 dan 16, wilayah RT 4, 13, dan 14 juga mengalami kondisi serupa dengan tingkat kerusakan bervariasi.
“Memang, RT 15 dan RT 16 menjadi yang paling parah. Lahan warga yang terdampak sudah lebih dari 1 hektare,” jelasnya.
Bencana ini memaksa warga mengungsi sementara. Lebih dari 300 jiwa kini menempati beberapa titik pengungsian, salah satunya di balai desa setempat. Pemerintah desa telah mengimbau warga untuk segera mengungsi saat hujan deras.
“Dulu mereka sempat menolak menungsi karena tidak mau meninggalkan rumah. Tapi sekarang, Alhamdulillah, mereka sudah sadar dan mau mengungsi. Saat hujan deras, mereka langsung menuju balai desa,” ujar Kasanudin.
Hingga saat ini, pemerintah daerah maupun provinsi belum mengambil langkah mitigasi permanen untuk menangani kawasan rawan bencana ini. Warga sangat berharap adanya solusi jangka panjang, bukan sekadar imbauan atau pengungsian darurat. Mengingat intensitas hujan yang masih tinggi, ancaman longsor bisa terjadi kapan saja.(CIA)
Views: 181
















