TRENGGALEK, bioztv.id – Pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek berpotensi kembali mengalami keterlambatan akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Jika kebijakan ini benar benar berdampak pada proyek strategis nasional tersebut, maka target penyelesaian yang sebelumnya direncanakan pada 2026 bisa kembali mundur.
Senna Ananggadipa Adhitama, PPK Bendungan Bagong, menyatakan bahwa relaksasi anggaran berpotensi memperlambat progres proyek strategis nasional seperti halnya pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek ini.
“Jika anggaran direlaksasi, proses pembangunan juga akan terpengaruh. Artinya, kemungkinan besar target penyelesaian akan mundur melebihi tahun 2026,” jelas Senna saat diwawancarai.
Meski demikian, Senna menegaskan bahwa timnya masih menunggu kepastian resmi dari pemerintah pusat terkait alokasi anggaran. Meski menghadapi tantangan anggaran, pihaknya akan tetap berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada.
“Sampai saat ini, kami belum menerima keputusan final. Kami tetap berupaya mempertahankan jadwal awal, tetapi semua tergantung pada kepastian anggaran,” tambahnya.
Progres Pembangunan Saat Ini
Hingga kini, progres pembangunan Bendungan Bagong telah mencapai 52% dari total rencana. PPK Bendungan berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal awal, yaitu tahun 2026.
“Namun, tantangan seperti relaksasi anggaran bisa berpengaruh besar pada proses pembangunan,” ujar Senna.
Ia juga menegaskan bahwa longsor yang terjadi beberapa waktu lalu tidak memengaruhi jadwal pembangunan.
“Longsor terjadi di area yang bukan bagian dari konstruksi inti bendungan. Kami telah melakukan langkah-langkah perbaikan, dan hal itu tidak mengganggu progres secara keseluruhan,” jelasnya.
Dampak Efisiensi Anggaran
Relaksasi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat merupakan langkah penghematan dalam rangka penyesuaian postur APBN. Namun, hal ini berpotensi memengaruhi proyek-proyek infrastruktur strategis, termasuk Bendungan Bagong.
“Jika anggaran dikurangi, otomatis kami harus menyesuaikan jadwal dan prioritas pekerjaan. Ini bisa berarti pembangunan akan memakan waktu lebih lama,” papar Senna.
Harapan ke Depan
Pembangunan Bendungan Bagong diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi masalah banjir dan kekeringan di Trenggalek, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas pertanian dan ketersediaan air bersih.
“Harapan kami, proyek ini bisa diselesaikan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” pungkas Senna.(CIA)
Views: 4

















